Pembinaan Berkelanjutan Jadi Strategi Tingkatkan Prestasi Atlet Daerah
- 30 Apr 2026 14:15 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Upaya peningkatan prestasi olahraga di Sulawesi Selatan terus didorong melalui pembinaan atlet yang dilakukan secara berkelanjutan sejak usia dini. Strategi ini dinilai efektif dalam menciptakan atlet yang tidak hanya unggul secara teknik, tetapi juga memiliki kesiapan mental untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional.
“Pembinaan sejak awal menjadi kunci agar atlet memiliki fondasi yang kuat untuk berkembang dan bersaing,” ujar pelatih sepak takraw Sulawesi Selatan, Muhammad Amkar, dalam wawancara pada Kamis, 30 April 2026.
Menurutnya, peran Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sangat penting dalam menyusun sistem pembinaan yang terarah dan berkesinambungan. Hal ini terutama dibutuhkan dalam menghadapi agenda besar seperti Pra-PON dan PON yang memerlukan kesiapan atlet secara optimal.
“KONI harus mampu memastikan sistem pembinaan berjalan dengan baik agar atlet bisa berkembang secara maksimal,” jelasnya.
Ia menilai, pembinaan yang dilakukan lebih awal mampu mengurangi berbagai kendala yang sering muncul akibat persiapan yang terlalu singkat. Dengan waktu latihan yang lebih panjang, atlet memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan secara bertahap dan terukur.
“Kalau persiapan dilakukan mendadak, biasanya hasilnya tidak maksimal. Karena itu pembinaan jangka panjang sangat diperlukan,” ungkapnya.
Selain itu, proses seleksi yang dilakukan sejak dini juga memberikan kepastian bagi atlet untuk fokus menjalani program latihan. Hal ini dinilai penting dalam membangun konsistensi serta meningkatkan kedisiplinan dalam berlatih.
“Dengan seleksi lebih awal, atlet bisa lebih fokus dan tidak terbebani dengan ketidakpastian,” katanya.
Lebih jauh, Amkar menegaskan bahwa olahraga tidak hanya mengejar hasil instan, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter generasi muda. Nilai-nilai seperti kerja sama, disiplin, dan sportivitas menjadi bagian penting dalam proses pembinaan atlet.
“Olahraga juga membentuk karakter, bukan hanya soal menang atau kalah,” tegasnya.
Sebagai cabang olahraga beregu, sepak takraw relatif memiliki komposisi pemain yang stabil. Meski demikian, perencanaan latihan yang matang tetap diperlukan agar performa tim dapat terjaga dalam setiap kompetisi.
“Walaupun komposisi tim tidak banyak berubah, program latihan tetap harus dirancang dengan baik,” tambahnya.
Ia berharap dukungan dari KONI, baik dalam bentuk fasilitas maupun bantuan operasional seperti transportasi latihan, dapat terus ditingkatkan. Dengan dukungan tersebut, atlet diharapkan mampu menjaga semangat dan konsistensi latihan serta meraih prestasi yang membanggakan bagi daerah.
“Dukungan yang berkelanjutan sangat penting agar atlet bisa terus berkembang dan memberikan hasil terbaik,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....