Rafale TNI AU Terbaru: Spesifikasi Lengkap, Rudal Meteor hingga AASM HAMMER
- 06 Okt 2026 11:13 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, MAKASSAR - TNI Angkatan Udara mulai memasuki fase baru modernisasi kekuatan tempur setelah menerima enam unit Dassault Rafale pada 18 Mei 2026, sebagai bagian dari kontrak pengadaan 42 pesawat dari Prancis. Melansir Rafale merupakan pesawat tempur multirole bermesin ganda dengan konfigurasi delta-canard yang dirancang untuk menjalankan berbagai misi udara dan serangan permukaan dalam satu platform.
Rafale Indonesia termasuk pesawat tempur generasi 4,5 dan menggunakan standar kemampuan F4 yang menekankan peningkatan konektivitas, sensor, peperangan elektronik dan kemampuan tempur berbasis jaringan. Melansir dassault-aviation pesawat ini memiliki panjang 15,3 meter, bentang sayap 10,9 meter, bobot kosong sekitar 10 ton, berat lepas landas maksimum 24,5 ton, kapasitas muatan eksternal 9,5 ton, 14 titik pemasangan senjata, kecepatan maksimum Mach 1,8 dan plafon operasi hingga 50.000 kaki.
Kemampuan utamanya berasal dari dua mesin Safran M88 yang masing-masing menghasilkan daya dorong hingga 7,5 ton dengan afterburner, serta sistem sensor yang mencakup radar AESA RBE2, Front Sector Optronics dan sistem peperangan elektronik SPECTRA. Integrasi berbagai sensor tersebut memungkinkan Rafale mendeteksi, melacak dan menyerang sasaran udara maupun permukaan sekaligus membangun gambaran situasi tempur secara terpadu.
Dalam operasi tempur, Rafale dapat menjalankan misi superioritas udara, intersepsi, pertahanan udara, serangan udara-ke-darat, dukungan udara jarak dekat, serangan jarak jauh, pengintaian dan serangan terhadap sasaran laut. Fleksibilitas ini menjadi karakter utama konsep omnirole Rafale, karena satu pesawat dapat menjalankan beberapa jenis tugas dalam satu sortie sesuai konfigurasi persenjataannya.
Untuk persenjataan, penerimaan awal TNI AU pada Mei 2026 melansir tni-au.mil pembelian alutsista pesawat tempur Rafale juga disertai rudal udara-ke-udara jarak jauh MBDA Meteor dan enam Smart Weapon AASM HAMMER, sementara rilis kemhan juga menyebut sistem radar GCI GM403 dalam paket alutsista yang diterima. Rafale secara teknis kompatibel dengan MICA, Meteor, AASM HAMMER, SCALP, AM39 Exocet, bom berpemandu serta meriam internal Nexter 30M791 30 mm, tetapi daftar tersebut merupakan kemampuan persenjataan Rafale secara umum dan tidak seluruhnya dapat disebut sebagai jumlah amunisi yang dibeli Indonesia karena rincian kuantitas kontrak tidak diumumkan secara terbuka.
Enam Rafale yang telah diterima Indonesia ditempatkan pada Skadron Udara 12, Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, dan terdiri atas varian Rafale C kursi tunggal serta Rafale B kursi ganda. Jumlah tersebut merupakan tahap awal dari keseluruhan kontrak 42 pesawat yang terbagi dalam tiga tahap, yaitu enam pesawat, 18 pesawat dan 18 pesawat, sehingga kekuatan Rafale Indonesia pada akhirnya direncanakan mencapai 42 unit.
Dibandingkan pesawat tempur TNI AU yang sudah ada, Rafale membawa kemampuan sensor, peperangan elektronik, integrasi senjata dan konektivitas yang lebih modern, sedangkan F-16 masih menjadi salah satu tulang punggung operasi tempur dan Su-27/30 tetap dioperasikan Skadron Udara 11 di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. Modernisasi F-16 melalui program Falcon STAR-eMLU juga menunjukkan bahwa TNI AU tidak langsung menggantikan seluruh armada lama, tetapi meningkatkan kemampuan pesawat yang masih memiliki nilai operasional.
Di kawasan Asia Tenggara, Rafale Indonesia menghadapi lingkungan yang semakin kompetitif, karena Singapura melalui informasi mindef.gov.sg tengah mengembangkan armada F-35A/F-35B generasi kelima dan F-15SG, Thailan telah memesan Gripen E/F untuk melengkapi Gripen C/D, Malaysia melalui mod.gov.my menerima program 18 FA-50M dari Korea Selatan dan tetap mengoperasikan Boeing F/A-18D, sedangkan Vietnam mengandalkan Su-30MK2 sebagai salah satu pesawat tempur multirole utamanya. Perbandingan ini menempatkan Rafale sebagai salah satu pesawat tempur 4,5 generasi paling berat dan berkemampuan multirole di ASEAN, sementara F-35 Singapura unggul pada karakteristik siluman dan sensor generasi kelima, serta Su-30MK2 menawarkan karakteristik pesawat tempur berat bermesin ganda yang berbeda dari Rafale.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....