Scorpène Evolved, Kapal Selam Masa Depan TNI AL dengan Teknologi Full LIB

  • 05 Okt 2026 08:42 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Indonesia memasuki tahap baru modernisasi kekuatan bawah laut melalui program dua kapal selam Scorpène Evolved Full Lithium-Ion Battery (LiB) untuk TNI Angkatan Laut. Melansir naval-group kapal selam rancangan Naval Group Prancis ini dibangun di dalam negeri oleh PT PAL Indonesia melalui skema transfer teknologi, sehingga program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengadaan alutsista, tetapi juga peningkatan kemampuan industri kapal selam nasional.

Spesifikasi Kapal Selam Kelas Scorpène Evolved memiliki panjang keseluruhan 72 meter, bobot saat berada di permukaan sekitar 1.600 hingga 2.000 ton, kecepatan menyelam lebih dari 20 knot, serta kemampuan menyelam lebih dari 300 meter. Kapal ini memiliki awak sekitar 31 personel, enam tabung peluncur senjata dengan kapasitas total hingga 18 senjata, otonomi misi lebih dari 78 hari dan kemampuan bertahan dalam kondisi menyelam lebih dari 12 hari.

Salah satu pembaruan utama terdapat pada sistem energi Full Lithium-Ion Battery, yang menurut Naval Group memberikan energi yang lebih besar, waktu pengisian lebih singkat dan mobilitas taktis yang lebih baik dibanding konfigurasi baterai konvensional. Kapal juga menggunakan sistem manajemen tempur SUBTICS, sementara konfigurasi persenjataannya dapat mendukung misi perang antarkapal permukaan, perang antikapal selam, operasi khusus dan pengumpulan intelijen.

Persenjataan Scorpene konfigurasinya terdiri dari enam tabung peluncur dan kapasitas 18 senjata berupa kombinasi torpedo serta rudal, sedangkan rincian seluruh jenis senjata yang akan diterima Indonesia tidak dipublikasikan secara lengkap oleh produsen. Salah satu sistem yang relevan dengan kasel kelas Scorpène adalah Exocet SM39, melansir mbda-systems adalah rudal antikapal yang diluncurkan melalui tabung torpedo standar dan memiliki jangkauan operasional sekitar 50 kilometer, tetapi integrasi final persenjataan pada kapal Indonesia perlu dibedakan dari spesifikasi umum platform.

Kerja sama Technology Transfer (ToT) antara PT PAL dan Naval Group menjadi bagian penting dalam program ini, karena kedua kapal akan dibangun dan dikomisioning di Indonesia. Kontrak yang ditandatangani pada 28 Maret 2024 mulai berlaku pada 23 Juli 2025, kemudian PT PAL dan Naval Group menjalankan pelatihan, kualifikasi tenaga kerja serta transfer kemampuan produksi sebelum pembangunan fisik dimulai di Surabaya.

Tahap pembangunan kemudian memasuki tonggak penting pada 7 Agustus 2026, Melansir pal.co.id PT PAL melaksanakan steel cutting untuk kapal selam Scorpène pertama Indonesia. Dalam pembagian pekerjaan program tersebut, PT PAL menangani pembangunan badan kapal, integrasi peralatan, pengujian, perakitan akhir dan penyerahan kepada TNI AL, sedangkan Naval Group memberikan keahlian desain, rekayasa, dukungan teknis dan transfer kemampuan.

Membandingkan dengan kapal selam negara Asia Tenggara, Scorpène Evolved berada dalam kelompok kapal selam diesel-elektrik modern dengan ukuran yang relatif kompak tetapi memiliki sistem energi LiB yang lebih baru, Malaysia sendiri mengoperasikan dua Scorpène, sedangkan Vietnam melansir amti.modernization-vietnam-navy memiliki enam kasel kelas Kilo 636 dengan panjang 73,8 meter, kecepatan bawah air 20 knot dan kedalaman maksimum 300 meter, sedangkan Singapura melalui rilis mindef.gov.sg mengoperasikan Type 218SG sepanjang 70 meter dengan bobot terendam sekitar 2.200 ton dan kecepatan bawah air lebih dari 15 knot. Thailand hingga 2025 masih menghadapi ketidakpastian program S26T.

Dari sisi industri pertahanan, karakter paling menonjol dari program Scorpène Evolved Indonesia bukan hanya ukuran, kecepatan atau kedalaman selam, tetapi pembangunan kapal secara lokal melalui transfer kemampuan dari Naval Group kepada PT PAL. Program tersebut telah berlanjut dari pelatihan engineer di Prancis, qualification section, hingga dimulainya konstruksi fisik di Surabaya pada 2026, sehingga pengalaman tersebut menjadi bagian langsung dari proses penguasaan teknologi pembangunan kapal selam di Indonesia.

Sumber :

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....