Kemenag Sulsel Kirim Mawardi Siraj Perkuat Jejaring Humas Indonesia Timur

  • 18 Sep 2026 20:38 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Pranata Humas Ahli Muda sekaligus Ketua Tim Humas Data dan Informasi (HDI) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Mawardi, S.Ag., M.Si., mendapat amanah baru di tingkat nasional. Mawardi yang akrab disapa Wardi Siraj resmi dikukuhkan sebagai Koordinator Wilayah Timur Ikatan Pranata Humas Indonesia (Iprahumas) Kementerian Agama periode 2026–2028.

Dalam posisi tersebut, Mawardi akan mengoordinasikan jejaring pranata humas Kemenag di kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua. Pengukuhan berlangsung di Kantor Kementerian Agama RI, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis 17 September 2026.

Prosesi tersebut menjadi bagian dari pengukuhan Pengurus Cabang Iprahumas Kementerian Agama sekaligus memperkuat jejaring profesi pranata humas dari tingkat pusat hingga daerah. Dalam struktur Korwil Timur, Mawardi didampingi Dewi Anggraeni dari Kanwil Kemenag Provinsi Papua sebagai wakil ketua.

Struktur kepengurusan juga melibatkan pranata humas dari sejumlah wilayah, termasuk Papua, Papua Barat, Sulawesi Barat dan Maluku Utara. Mawardi merupakan JFT Pranata Humas Ahli Muda yang lahir di Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, pada 1978.

Alumni UIN Alauddin Makassar tersebut selama ini aktif menjalankan tugas kehumasan di lingkungan Kementerian Agama Sulawesi Selatan.

Perkuat Jejaring Komunikasi Publik

Pengurus Pusat Iprahumas Kemenag periode 2026–2028 dipimpin M. Rusydi Sani sebagai ketua, didampingi Budiyono sebagai wakil ketua, Hilman Fauzi sebagai sekretaris dan Desi Hariati sebagai bendahara. Kepengurusan tersebut diperkuat sejumlah bidang, di antaranya pembinaan sumber daya manusia, advokasi, kerja sama antarlembaga, serta koordinator wilayah Barat, Tengah, Timur dan Koordinator PTKN.

Pengukuhan dilakukan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik (HKP) Kemenag, Thobib Al-Asyhar, mengatakan Kementerian Agama memiliki jejaring besar dalam bidang komunikasi publik.

Menurutnya, terdapat sekitar 5.600 sumber daya manusia kehumasan, terdiri atas lebih dari 1.200 Pejabat Fungsional Pranata Humas dan sekitar 4.300 pengelola kehumasan yang tersebar di berbagai satuan kerja, termasuk KUA dan madrasah. Thobib menekankan jejaring tersebut perlu dioptimalkan bukan hanya sebagai kekuatan administratif, tetapi sebagai jaringan komunikasi publik yang mampu mengawal berbagai isu keagamaan dan kebangsaan.

Para pengurus Iprahumas juga didorong memperkuat tiga pilar utama, yakni pembinaan, kerja sama, dan advokasi. Sementara itu, Sekjen Kemenag Kamaruddin Amin meminta para pranata humas memiliki sense of sensitivity terhadap fungsi dan agenda strategis Kementerian Agama.

Menurut Kamaruddin, insan humas perlu memahami program prioritas nasional, program prioritas Presiden maupun program prioritas Kemenag agar mampu menerjemahkannya menjadi informasi dan komunikasi publik yang berkualitas. Ia juga mendorong jajaran humas lebih proaktif memenuhi ruang publik dengan informasi positif serta berbagai praktik baik yang dilakukan Kemenag bersama masyarakat.

Mawardi: Humas Harus Hadir Lebih Awal

Mawardi mengatakan amanah sebagai Koordinator Wilayah Timur menjadi momentum untuk memperkuat jejaring, kolaborasi dan soliditas pranata humas Kemenag di kawasan Indonesia Timur. “Saya berharap amanah ini menjadi momentum untuk memperkuat jejaring, kolaborasi, dan soliditas pranata humas Kemenag di Sulawesi, Maluku, dan Papua. Kita ingin setiap program Asta Protas Menteri Agama dapat dikomunikasikan secara baik dan hadir sebagai informasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mawardi.

Ia menegaskan komitmennya mendorong insan humas Kemenag di Indonesia Timur agar semakin inovatif dan mampu menghadirkan komunikasi publik yang berdampak. “Humas tidak boleh hanya bekerja ketika ada kegiatan atau ketika muncul isu. Kita harus hadir lebih awal, membaca kebutuhan publik, membangun narasi yang positif, dan memastikan kerja-kerja Kemenag berdampak dapat diketahui masyarakat,” katanya.

Mawardi berharap dari Indonesia Timur akan lahir penguatan komunikasi publik Kementerian Agama yang mampu menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan maupun daerah dengan karakteristik yang beragam. “Dari Indonesia Timur, kita ingin ikut memperkuat wajah Kemenag yang informatif, responsif, dan berdampak,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....