Menag Nasaruddin Umar Dorong Pesantren Jadi Pelopor Gerakan Ekoteologi

  • 29 Jul 2026 08:59 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Wajo - Sebanyak 900 bibit pohon mulai disiapkan untuk menghijaukan kawasan Pondok Pesantren As’adiyah Pusat Sengkang, Kabupaten Wajo. Gerakan tersebut ditandai dengan penanaman pohon secara simbolis oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. KH. Nasaruddin Umar, Selasa, 28 Juli 2026. Mengusung tema “Hijaukan Bumi, Selamatkan Generasi”, kegiatan ini tidak sekadar menjadi gerakan menanam pohon, tetapi juga menjadi upaya menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral, sosial, dan keagamaan.

Program penghijauan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pondok Pesantren As’adiyah Pusat Sengkang dengan Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd. melalui program Corporate Social Responsibility atau CSR. Dalam kesempatan itu, Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd. menyerahkan 500 bibit pohon. Dukungan juga diberikan Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kabupaten Wajo dengan menyerahkan 400 bibit pohon.

Total sekitar 900 bibit pohon tersebut akan ditanam di kawasan pesantren sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih hijau, sejuk, dan berkelanjutan. Penanaman pohon dilakukan Menteri Agama didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid. Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pemerintah daerah, pimpinan Pondok Pesantren As’adiyah, serta perwakilan Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd.

Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, H. Ali Yafid, mengatakan gerakan penghijauan tersebut sejalan dengan program Ekoteologi yang menjadi salah satu prioritas Kementerian Agama. Menurutnya, Ekoteologi mengajak masyarakat untuk memandang alam bukan hanya sebagai sumber daya yang dimanfaatkan, tetapi juga sebagai amanah yang harus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya. “Menjaga lingkungan bukan sekadar tanggung jawab sosial, tetapi juga bagian dari ibadah. Melalui gerakan Ekoteologi, kita ingin membangun kesadaran bahwa merawat alam adalah bentuk syukur atas nikmat Allah SWT. Pesantren harus menjadi teladan dalam menghadirkan lingkungan yang hijau, bersih, dan lestari,” ujar Ali Yafid. Selasa, 28 Juli 2026.

Ia menilai pesantren memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, pendidikan lingkungan perlu ditanamkan sejak dini agar para santri tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang memiliki pengetahuan dan pemahaman keagamaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kelestarian alam. “Pesantren diharapkan menjadi ruang pendidikan yang mampu melahirkan generasi berilmu, berakhlak, sekaligus memiliki tanggung jawab untuk menjaga bumi,” katanya.

Ali Yafid juga mengapresiasi keterlibatan dunia usaha dalam mendukung program penghijauan. Menurutnya, dukungan melalui program CSR menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan membutuhkan kerja sama dan kepedulian dari berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat dinilai penting agar gerakan menjaga lingkungan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi aksi berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata.

Program penghijauan di Pondok Pesantren As’adiyah juga diharapkan menjadi sarana pembelajaran langsung bagi para santri. Melalui kegiatan tersebut, para santri dapat memahami pentingnya menanam, merawat, dan menjaga pohon sebagai bagian dari upaya melindungi lingkungan. Keberadaan ratusan pohon yang akan ditanam di kawasan pesantren diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih asri dan nyaman, sekaligus memperkuat fungsi pesantren sebagai pusat pendidikan yang peduli terhadap keberlanjutan alam.

Melalui semangat “Hijaukan Bumi, Selamatkan Generasi”, gerakan ini diharapkan tidak hanya meninggalkan jejak berupa pohon yang tumbuh, tetapi juga menumbuhkan kesadaran baru bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.

Sinergi antara Kementerian Agama, Pemerintah Kabupaten Wajo, dunia usaha, dan Pondok Pesantren As’adiyah menjadi langkah nyata untuk menjaga keseimbangan alam serta mewariskan lingkungan yang sehat, hijau, dan lestari bagi generasi masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....