TNI AL Bersihkan Reruntuhan Dampak Gempa Sigi

  • 18 Jun 2026 21:03 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Alam TNI AL Kodaeral VI Komando Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Palu turun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak gempa bumi di wilayah Sulawesi Tengah, Rabu Malam, 17 Juni 2026. Prajurit TNI AL harus menggunakan lampu sorot untuk membersikan rumah yang roboh dan memperbaiki pagar Gereja.

Guncangan gempa yang terjadi, Selasa 16 Juni 2026, meninggalkan luka dan kerusakan nyata di sejumlah titik pemukiman. Beberapa rumah warga rusak total, menyisakan puing-puing material yang menutup akses jalan sekaligus menjadi ancaman keselamatan warga sehingga segera ditangani TNI.

Personel Satgas Lanal Palu melaksanakan pembersihan sisa bangunan rumah warga yang roboh akibat guncangan gempa, yang berlokasi di Desa Uenuni, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi Biromaru, Provinsi Sulawesi Tengah. Tim Satgas Penanggulangan Bencana Alam TNI AL Kodaeral VI Lanal Palu langsung bergerak masuk ke lokasi yang terjauh, mengangkat puing batu bata, kayu dan besi reruntuhan, sekaligus memastikan tidak ada barang berharga milik warga yang masih tertimbun di dalam reruntuhan.

Setelah memastikan pembersihan di pemukiman berjalan tertib dan aman, tim Satgas kemudian beralih menangani ancaman bahaya lain yang tak kalah mengkhawatirkan, yaitu pagar bangunan Gereja Kebangunan Kalam Allah (GKKA) di wilayah yang sama miring parah akibat guncangan gempa.

Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya, karena struktur pagar sudah tidak stabil dan setiap saat bisa roboh menimpa rumah-rumah warga yang berada tepat di sebelahnya. Tanpa membuang waktu, personel segera merobohkan pagar tembok tersebut dan memastikan pagar tersebut tidak lagi membahayakan keselamatan jiwa warga sekitar, baik yang beribadah maupun yang bertempat tinggal di sekitarnya.

Komandan Lanal (Danlanal) Palu Kolonel Marinir M. Ali Wardhana, S.E., M.Tr.Opsla., M.M., yang memantau langsung Personil Satgas di lapangan, melalui Dinas Penerangan Kodaeral VI mengungkapkan bahwa kehadiran TNI Angkatan Laut di tengah pasca bencana adalah bagian tak terpisahkan dari tugas dan pengabdian prajurit kepada bangsa dan negara.

“Bagi TNI Angkatan Laut, tugas kami tidak hanya berhenti pada menjaga kedaulatan dan keamanan wilayah perairan. Lebih dari itu, kami adalah bagian dari masyarakat itu sendiri. Ketika saudara-saudara kita tertimpa musibah, maka penderitaan mereka adalah penderitaan kami juga, dan kewajiban kami untuk hadir paling depan, paling cepat, dan bekerja sekuat tenaga untuk meringankan beban mereka", ujar Danlanal Palu.

"Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bergandengan tangan, karena kekuatan terbesar kita dalam bangkit dari bencana adalah persatuan dan gotong royong kita semua", Tambahnya.

Tim Satgas Penanggulangan Bencana Alam TNI AL Kodaeral VI Lanal Palu masih terus bertugas di lapangan, memantau titik-titik kerusakan lain dan menyalurkan bantuan sesuai kebutuhan warga. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan tetap mengutamakan aspek keselamatan kerja, ketertiban, serta kehati-hatian agar penanganan bencana berjalan efektif dan tidak menimbulkan risiko baru.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....