Menag Tekankan Kepemimpinan Kolektif di Kemenag Sulsel
- 08 Jan 2026 20:33 WIB
- Makassar
KBRN, Maros : Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. KH Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa kepemimpinan di lingkungan Kementerian Agama harus dibangun secara kolektif melalui kerja tim yang solid. Menurutnya, tantangan birokrasi dan pelayanan keagamaan yang semakin kompleks tidak bisa dihadapi secara individual, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen organisasi.
Penegasan tersebut disampaikan Menag saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan yang dirangkaikan dengan peluncuran Aksi Eco Pesantren, bertempat di GOR Pesantren Al Ikhlas Ujung, Kabupaten Bone, Rabu (7/1/2026). Dalam arahannya, Nasaruddin Umar menekankan bahwa model kepemimpinan masa kini tidak lagi bertumpu pada figur tunggal, melainkan pada kemampuan membangun tim kerja yang saling melengkapi. “Yang dibutuhkan hari ini bukan superman, tetapi super team. Pemimpin bukan orang yang mengerjakan semuanya sendiri, melainkan yang mampu memberdayakan dan mengelola potensi yang ada,” tegasnya.
Ia menambahkan, kepemimpinan kolektif menjadi kunci dalam menjaga efektivitas program dan kesinambungan kinerja Kementerian Agama. Menurutnya, komunikasi dan jejaring kerja yang kuat, baik secara vertikal maupun horizontal, menjadi syarat utama keberhasilan sebuah organisasi. “Tanpa komunikasi dan kerja sama yang baik, program sebaik apa pun tidak akan berjalan optimal,” ujarnya.
Rakerwil Kemenag Sulsel diikuti sekitar 700 peserta yang terdiri atas Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag RI, Kepala Kanwil Kemenag Sulsel, pejabat administrator, pimpinan satuan kerja, kepala KUA, kepala madrasah, serta pimpinan pondok pesantren. Dalam kesempatan tersebut, Menag juga mengapresiasi berbagai capaian Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan selama setahun terakhir yang dinilai cukup membanggakan di tingkat nasional. Meski demikian, ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak berpuas diri. “Prestasi tentu patut disyukuri, tetapi jangan sampai membuat kita lengah. Integritas dan kualitas pelayanan harus tetap menjadi prioritas utama,” pesannya.
Pada momen yang sama, Menteri Agama secara resmi meluncurkan Aksi Eco Pesantren sebagai bagian dari penguatan ekoteologi, yakni pendekatan keagamaan yang menanamkan kepedulian terhadap lingkungan hidup berbasis nilai-nilai keimanan dan keberlanjutan. Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, H. Ali Yafid, memaparkan sejumlah capaian strategis Kemenag Sulsel, di antaranya peningkatan Indeks Kerukunan Umat Beragama yang mencapai angka 82,3, serta berbagai penghargaan nasional di bidang pendidikan madrasah, layanan keagamaan, pesantren, dan keterbukaan informasi publik.
Rakerwil Kemenag Sulsel menjadi ajang konsolidasi dan evaluasi kinerja, sekaligus penguatan arah kebijakan pelayanan keagamaan di Sulawesi Selatan ke depan. Rangkaian kegiatan ditutup dengan penanaman bibit pohon di sekitar area pesantren oleh Menteri Agama bersama jajaran pejabat, sebagai penanda resmi dimulainya Aksi Eco Pesantren di Sulawesi Selatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....