EMT MDMC Unismuh Makassar Tiba di Takengon

  • 30 Des 2025 13:39 WIB
  •  Makassar

KBRN,Takengon: Emergency Medical Team (EMT)–MDMC Universitas Muhammadiyah Makassar tiba di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Senin 29 Desember 2025, untuk melanjutkan misi kemanusiaan pascabanjir dan longsor yang melanda wilayah pedalaman Aceh dengan akses yang masih terbatas.

Tim EMT–MDMC Unismuh Makassar dijadwalkan menjalankan tugas pelayanan kesehatan selama sepuluh hari, terhitung mulai 30 Desember 2025 hingga 9 Januari 2026, sebagai bagian dari respons berkelanjutan Muhammadiyah Disaster Management Center terhadap bencana alam di wilayah tersebut.

Ketua Tim Kesehatan MDMC Unismuh Makassar di Aceh Tengah, dr. Fahmi, menjelaskan bahwa tim yang berjumlah sepuluh orang ini terdiri dari dokter, perawat, bidan, tenaga logistik, serta mahasiswa, dan langsung melakukan koordinasi lintas lembaga setibanya di Takengon.

“Setibanya di Takengon, tim langsung berkoordinasi dengan MDMC Takengon, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Aceh Tengah, Dinas Kesehatan, serta Pemerintah Daerah Aceh Tengah untuk menyusun rencana pendirian posko kesehatan atau Mini Puskesmas,” ujar dr. Fahmi dalam laporan tertulisnya.

Pada misi kali ini, tim EMT–MDMC Unismuh Makassar akan ditempatkan di Desa Serule, salah satu wilayah yang masih tergolong terisolasi akibat kerusakan akses pascabanjir dan longsor, sehingga membutuhkan layanan kesehatan intensif dan berkelanjutan.

Untuk menjangkau wilayah terdampak secara optimal, tim dibagi menjadi dua kelompok, yakni tim Mini Puskesmas di Desa Serule serta tim pelayanan kesehatan mobile yang akan menjangkau Desa Jamur Konyel dan Desa Atu Payung yang berada di sekitar lokasi.

Hari pertama pelaksanaan misi difokuskan pada pemenuhan kebutuhan logistik medis dan nonmedis untuk mendukung layanan kesehatan selama lima hingga tujuh hari ke depan di Desa Serule, sebelum pelayanan penuh dilakukan di lokasi.

Rencana keberangkatan menuju Desa Serule dijadwalkan pada Selasa 30 Desember 2025 dengan menggunakan jalur darat dan danau, menyesuaikan kondisi medan serta cuaca yang masih fluktuatif di wilayah pegunungan Aceh Tengah.

“Perjalanan menuju Desa Serule akan ditempuh menggunakan kendaraan darat, dilanjutkan kapal atau getek, serta berjalan kaki, dengan estimasi waktu tempuh antara sembilan hingga lima belas jam, tergantung kondisi cuaca dan medan,” kata dr. Fahmi.

Sebagai alternatif percepatan akses, tim juga menyiapkan opsi mobilisasi udara dengan rencana pertemuan bersama Bupati Aceh Tengah pada Senin malam guna membahas kemungkinan penggunaan helikopter menuju wilayah sasaran pelayanan kesehatan.

Sementara itu, tim EMT–MDMC Unismuh Makassar batch sebelumnya yang dipimpin dr. Muh. Ihsan Kitta, Sp.OT, dijadwalkan kembali ke Makassar pada Selasa 30 Desember 2025 setelah menuntaskan layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.

Pergantian tim ini menjadi bagian dari strategi layanan berkelanjutan MDMC dan Universitas Muhammadiyah Makassar untuk memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat terdampak bencana tetap terpenuhi, terutama di wilayah-wilayah dengan keterbatasan akses layanan dasar.

“Mohon doa agar seluruh rangkaian tugas ini diberikan kelancaran dan keselamatan,” tutup dr. Fahmi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....