Relawan UMI Makassar Lanjutkan Aksi Kemanusiaan Banjir Aceh

  • 28 Des 2025 23:16 WIB
  •  Makassar

KBRN,Aceh: Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar kembali melanjutkan komitmen kemanusiaannya dalam merespons bencana banjir Sumatera 2025 melalui pengiriman Tim Relawan UMI Gelombang Ketiga. Aksi ini menjadi kelanjutan dari gelombang pertama dan kedua yang sebelumnya telah diterjunkan ke wilayah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh.

Tim relawan gabungan tersebut terdiri atas tenaga medis Fakultas Kedokteran (FK) UMI, Tim Bantuan Medis (TBM) 110 FK UMI, Asian Medical Students’ Association (AMSA) UMI, serta Aliansi Mahasiswa Disaster Assistance (AMDA) Indonesia. Mereka melaksanakan pelayanan kesehatan dan penyaluran bantuan logistik di sejumlah titik terdampak, antara lain Posko Pengungsian Alur Selebu, Posko Pengungsian Kejuruan Muda, serta Puskesmas Kejuruan Muda.

Dalam kegiatan tersebut, tim memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum kepada masyarakat terdampak banjir, sekaligus pendampingan psikologis melalui kegiatan trauma healing. Selain itu, bantuan logistik juga disalurkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih berada di pengungsian.

Bantuan logistik yang diserahkan meliputi perangkat ibadah berupa sarung, mukena, dan Al-Qur’an, lampu panel surya, serta pasokan air bersih sebanyak 7.000 liter. Tim juga membagikan mainan edukatif bagi anak-anak, seperti puzzle, alat berhitung, buku gambar, mobil-mobilan, dan pensil warna, serta perlengkapan pendukung lainnya berupa tikar alas, kelambu, lilin, dan selimut.

Kegiatan trauma healing yang dilaksanakan di Posko Pengungsian Alur Selebu menggunakan metode Cognitive Processing Therapy (CPT). Metode ini bertujuan membantu para penyintas meningkatkan kemampuan menghadapi tekanan psikologis pascabencana serta memperkuat mekanisme koping, khususnya bagi anak-anak dan keluarga yang mengalami kehilangan.

Koordinator Tim Relawan UMI, dr. Alim Jaya, Sp.KJ., Ph.D., MARS, bersama dr. Wirawan Harahap, Sp.An-TI., MARS, menjelaskan bahwa kegiatan kemanusiaan ini diarahkan untuk memulihkan kondisi fisik dan mental masyarakat terdampak banjir.

“Selain pemulihan kesehatan fisik dan psikologis, kami juga berupaya menjaga ikhtiar dan tawakal masyarakat kepada Allah SWT melalui penyaluran Al-Qur’an dan perangkat alat shalat,” ujar dr. Alim Jaya,Sabtu (27/12/2025).

Ia menambahkan, bantuan air bersih dan lampu panel surya mendapat respons positif dari warga. Air bersih saat ini menjadi kebutuhan mendesak, sementara lampu panel surya sangat membantu penerangan di malam hari karena keterbatasan akses listrik di lokasi pengungsian.

Sementara itu, warga terdampak juga menyampaikan harapan adanya bantuan lanjutan, seperti tambahan lampu panel surya, Al-Qur’an dan buku Iqra, kelambu, serta logistik siap pakai dan konsumsi, termasuk susu formula anak, popok, biskuit, dan susu UHT.

Melalui aksi kemanusiaan gelombang ketiga ini, UMI menegaskan peran aktif perguruan tinggi tidak hanya dalam pengembangan akademik, tetapi juga dalam respons sosial dan kemanusiaan. Tim Relawan UMI berharap seluruh bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak banjir dan menjadi bagian dari proses pemulihan yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....