EMT Unismuh Lanjutkan Layanan Pasca Banjir Aceh
- 27 Des 2025 10:32 WIB
- Makassar
KBRN,Aceh: Emergency Medical Team (EMT)–MDMC Universitas Muhammadiyah Makassar kembali melanjutkan layanan kesehatan bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Kamis, 25 Desember 2025. Setelah dua hari melakukan pelayanan intensif di Kampung Teluk Kepayang, Kecamatan Bendahara, tim memutuskan menggeser posko ke wilayah lain yang dinilai masih membutuhkan dukungan layanan kesehatan lanjutan secara langsung.
Perpindahan lokasi ini dilakukan sebagai bagian dari strategi jemput bola agar layanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat terdampak secara lebih merata. Di Kecamatan Karang Baru, EMT–MDMC Unismuh Makassar memusatkan pelayanan di dua titik, yakni Masjid Nurul Iman di Dusun Gang Bahagia, Desa Sementok, serta Masjid Babul Akhirat di Desa Air Tenang. Kedua masjid tersebut dimanfaatkan sebagai pusat layanan kesehatan sementara sekaligus ruang pemulihan sosial warga pascabanjir.
Ketua EMT Unismuh Makassar, dr. Muh. Ihsan Kitta, Sp.OT., menjelaskan bahwa pergeseran posko dilakukan setelah berkoordinasi dengan Health Emergency Operation Center (HEOC) serta mempertimbangkan kondisi kesehatan masyarakat di lokasi sebelumnya yang sudah relatif stabil. Menurutnya, pendampingan terhadap tenaga kesehatan setempat di Teluk Kepayang telah berjalan baik, sehingga tim dapat memperluas jangkauan pelayanan ke wilayah lain. “Di Teluk Kepayang, kondisi layanan sudah mulai tertangani dengan baik dan tenaga kesehatan setempat telah kami dampingi. Karena itu, kami berpindah ke Karang Baru untuk menjangkau wilayah yang masih membutuhkan layanan,” ujar Ihsan.
Di Desa Sementok, layanan kesehatan berlangsung hingga siang hari. Meski Masjid Nurul Iman sudah kembali difungsikan untuk ibadah, kondisi lingkungan sekitar masih dipenuhi lumpur sisa banjir. Akses jalan menuju lokasi pelayanan juga belum sepenuhnya pulih, sehingga sebagian warga memilih mengirim perwakilan keluarga untuk mengambil obat dan berkonsultasi dengan tenaga medis.
Sementara itu, di Desa Air Tenang, akses jalan menuju Masjid Babul Akhirat relatif sudah dapat dilalui, meski masih sempit akibat material kayu dan lumpur yang belum sepenuhnya dibersihkan. Sejumlah warga di desa ini masih bertahan di tenda pengungsian karena rumah mereka mengalami kerusakan berat dan belum dapat ditempati kembali secara aman.
Selain memberikan pelayanan medis, EMT–MDMC Unismuh Makassar juga terlibat aktif dalam kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan masjid bersama warga dan sejumlah relawan kemanusiaan. Masjid tidak hanya dipulihkan fungsinya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial dan pemulihan psikososial masyarakat pascabanjir.
Pada hari pelayanan tersebut, tim mencatat sebanyak 33 warga mendapatkan layanan kesehatan di Desa Sementok, sementara 23 warga dan relawan dilayani di Desa Air Tenang. Keluhan kesehatan yang paling banyak ditangani masih didominasi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hipertensi, serta nyeri otot akibat aktivitas fisik berat selama proses pembersihan lingkungan pascabanjir.
Ihsan menambahkan, tantangan utama layanan kesehatan di Kecamatan Karang Baru adalah kondisi akses jalan yang belum sepenuhnya pulih serta jarak pemukiman warga yang cukup berjauhan dari posko layanan. Untuk mengatasi hal tersebut, tim menyiapkan skema layanan kesehatan mobile dan memperkuat koordinasi dengan aparatur desa agar warga dengan keluhan kesehatan dapat terlayani secara optimal. EMT–MDMC Unismuh Makassar dijadwalkan melanjutkan misi kemanusiaan di Aceh Tamiang hingga akhir Desember 2025. Fokus utama misi ini meliputi layanan kesehatan jemput bola, pendampingan pemulihan fasilitas umum, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya pemulihan berkelanjutan pascabencana.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....