EMT Unismuh Makassar Layani Penyintas Aceh Tamiang

  • 23 Des 2025 08:59 WIB
  •  Makassar

KBRN,Aceh Tamiang: Di tengah sisa lumpur yang masih menutup sebagian akses permukiman dan pos layanan pascabencana banjir dan longsor, Emergency Medical Team (EMT) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar terus bergerak aktif memberikan layanan kesehatan kepada warga terdampak di Kabupaten Aceh Tamiang, Senin (22/12/2025).

Dalam laporan harian tim, EMT Unismuh Makassar mencatat sebanyak 45 pasien telah mendapatkan pelayanan medis pada hari tersebut. Keluhan terbanyak yang ditemukan adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), yang umum terjadi akibat paparan udara lembap, debu, dan kondisi lingkungan pascabanjir yang belum sepenuhnya pulih.

Ketua Tim EMT Unismuh Makassar, dr. Muh. Ihsan Kitta, Sp.OT, menjelaskan bahwa penempatan layanan kesehatan dilakukan berdasarkan hasil koordinasi dengan Health Emergency Operation Center (HEOC) Tanggap Bencana Kabupaten Aceh Tamiang. Penugasan difokuskan pada wilayah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.

“Kami ditempatkan di wilayah kerja Puskesmas Sungai Iyu yang mencakup Sungai Iyu dan Desa Tanjung Kepayang di Kecamatan Bendahara. Selain itu, tim juga bergerak ke Gampong Air Tenang di Kecamatan Karang Baru,” ujar Ihsan, merujuk laporan kegiatan lapangan, Senin.

Untuk menjangkau penyintas yang tersebar di wilayah luas, tim membagi personel menjadi dua kelompok kerja. Tim A melakukan koordinasi dan persiapan layanan di wilayah Puskesmas Sungai Iyu yang memiliki cakupan area cukup besar, sementara Tim B melaksanakan layanan mobile clinic di Gampong Air Tenang.

Pemilihan layanan bergerak dilakukan karena fasilitas kesehatan setempat belum sepenuhnya berfungsi normal. Poskesdes masih terkendala lumpur sisa banjir, sementara posko layanan yang ada sudah tidak lagi ditempati relawan maupun tenaga kesehatan.

“Hari ini kami fokus melayani warga yang membutuhkan pemeriksaan langsung di lapangan. Banyak warga enggan datang ke puskesmas karena jarak, kondisi pascabencana, serta keterbatasan sarana transportasi,” kata Ihsan.

Tim juga mencatat sejumlah kendala utama di lapangan, di antaranya luasnya wilayah kerja Puskesmas Sungai Iyu yang menyebabkan warga menunda pemeriksaan kesehatan, serta minimnya tenaga kesehatan yang siaga di beberapa titik posko yang telah ditinggalkan.

Dari total 45 pasien yang dilayani Tim B pada 22 Desember 2025, tercatat 26 pasien laki-laki dan 19 pasien perempuan dengan rentang usia mulai dari balita hingga lansia. Kasus ISPA mendominasi dengan 18 pasien, disusul keluhan gangguan kulit dan masalah kesehatan ringan lainnya.

“Tidak ada kasus yang memerlukan rujukan hari ini. Seluruh pasien dapat ditangani di lokasi layanan,” ujar Ihsan.

Hingga hari pelaporan, tim belum melaksanakan layanan kesehatan reproduksi maupun promosi kesehatan. Adapun kebutuhan mendesak yang diidentifikasi adalah penguatan layanan kesehatan dasar serta ketersediaan obat-obatan, khususnya untuk menangani gangguan kulit akibat paparan air kotor dan sanitasi pascabanjir.

Operasi kemanusiaan ini melibatkan 10 personel EMT Unismuh Makassar yang terdiri atas dokter spesialis, dokter umum, perawat, bidan, tenaga kefarmasian, serta mahasiswa profesi kedokteran. Seluruh personel bertugas secara bergilir menyesuaikan kebutuhan di titik layanan.

EMT Unismuh Makassar dijadwalkan melanjutkan misi kemanusiaan di Kabupaten Aceh Tamiang hingga 30 Desember 2025, dengan fokus pada layanan kesehatan dasar, mobile clinic, serta perluasan akses pemeriksaan bagi warga di wilayah yang masih sulit dijangkau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....