Buah Lontar sebagai Potensi Ekonomi Lokal
- 23 Nov 2025 19:36 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar: Pohon lontar atau Borassus flabellifer di Sulawesi Selatan bukan hanya ikon budaya, tetapi juga sumber ekonomi penting bagi masyarakat lokal. Buah lontar dikenal manis dengan daging lunak yang kaya nutrisi, sehingga memiliki potensi komersial tinggi.
Menurut penelitian Basuki, Sukmawati, & Jaya (2018) yang berjudul Turatea Wedang Instant; Inovasi Pemanfaatan Potensi Lokal Pohon Lontara Dalam Mengatasi Daerah 3 T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) Di Kabupaten Jeneponto di situs journal.unismuh.as.id, “Kabupaten Jeneponto dikenal sebagai penghasil air nira pohon lontara, masyarakatnya hanya mengemas buah lontara secara sederhana sehingga nilainya rendah.” Kondisi ini mendorong inovasi berupa Turatea Wedang Instant, yakni minuman instan berbasis lontara yang dikembangkan untuk meningkatkan pemanfaatan lokal.
Inovasi ini bukan sekadar usaha lokal kecil, melainkan strategi pemberdayaan masyarakat di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar). Paradigma lama yang hanya menjual nira kini bergeser ke produk olahan yang lebih tahan lama dan bernilai jual tinggi.
Dari sisi produksi, ekstraksi bahan baku lontara untuk Turatea juga memperhatikan keberlanjutan pohon lontara di alam bebas. Penelitian Basuki, Sukmawati, & Jaya (2018) di situs journal.unismuh.as.id, menyebut bahwa pohon lontara dapat tumbuh di daerah kering dan tandus, menjadikannya tanaman adaptif yang cocok untuk dikembangkan.
Lebih jauh, formula minuman ini disesuaikan dengan komponen lokal seperti jahe, daun pandan, dan nira, agar tetap identitas budaya kental. Produk ini kemudian diformulasi dalam bubuk instan agar mudah disimpan dan dipasarkan secara lebih luas.
Secara sosial, program pemanfaatan lontara ini juga membuka lapangan kerja baru bagi komunitas lokal. Para pemuda dan pengrajin lokal dilibatkan dalam proses pengolahan, pengemasan, dan distribusi.
Sebagai hasilnya, pendapatan masyarakat dari pohon lontara semakin meningkat, sehingga potensi kemiskinan di area pedesaan berkurang. Inovasi lokal ini juga menarik perhatian pihak luar sebagai produk khas budaya Jeneponto. Dengan demikian, buah lontar yang dulunya hanya dipanen dan dikonsumsi lokal, kini menjadi simbol kebangkitan ekonomi lokal berbasis kearifan nusantara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....