Etika Buddhis Jadi Kompas Hadapi Era AI

  • 27 Agt 2025 14:37 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar : Perkembangan kecerdasan buatan atau AI semakin pesat dan tak terbendung. Dari layanan kesehatan hingga transportasi, AI telah masuk ke ruang kehidupan manusia.

Namun, di balik kemudahan tersebut muncul pertanyaan besar yang penting dijawab bersama. Apakah teknologi ini membawa kebahagiaan atau justru menciptakan penderitaan baru bagi manusia?

Ketua Gemabudhi Sulsel, Enrique Justine Sun, S.Kom, dalam program Mimbar Agama Buddha, selasa (26/8/2025) menekankan perlunya etika dalam merespons fenomena AI. “AI hanyalah cermin, ia akan memantulkan niat penciptanya, apakah lahir dari welas asih atau keserakahan,” ujarnya.

Enrique menambahkan bahwa Buddhisme mengajarkan lima sila sebagai pedoman moral dalam menghadapi tantangan teknologi. “Setiap inovasi, setiap baris kode, selalu membawa konsekuensi moral yang tak boleh kita abaikan,” jelasnya.

Dengan demikian, AI seharusnya diarahkan menjadi sahabat manusia, bukan ancaman. Teknologi perlu dikembangkan berdasarkan kebijaksanaan dan welas asih agar membawa kedamaian, bukan penderitaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....