Kuliner Pastel dan Jalangkote, Serupa Tapi Tak Sama

  • 26 Jun 2025 22:01 WIB
  •  Makassar

KBRN,Makassar: Meski kerap disamakan karena bentuk dan cara penyajiannya, pastel dan jalangkote ternyata memiliki perbedaan mendasar yang mencerminkan kekayaan budaya kuliner Indonesia. Kedua makanan ringan ini berbentuk setengah lingkaran, berisi sayuran dan bihun, serta digoreng hingga renyah. Namun, menurut para pakar kuliner, perbedaan rasa, tekstur, dan cara penyajian membuat keduanya punya identitas yang jelas.

Dikutip dari laman parapuan.id Chef Nur Hidayat, pakar kuliner tradisional asal Makassar, menjelaskan bahwa jalangkote adalah warisan khas Sulawesi Selatan yang telah ada sejak dulu dan biasa disajikan dalam acara-acara adat maupun hari besar. Jalangkote itu bukan sekadar camilan, tapi bagian dari budaya Bugis-Makassar. Isian utamanya sederhana, biasanya wortel, kentang, tauge, dan bihun. Tapi yang bikin beda itu sambalnya cair, pedas, dan asam, jadi makan satu nggak cukup.

Sementara itu, pastel lebih dikenal sebagai jajanan pasar khas Jawa dan Betawi. Isiannya umumnya mencakup bihun, telur rebus, kentang, wortel, dan kadang ayam cincang. Rasa pastel cenderung gurih manis, dan biasanya dimakan tanpa sambal pelengkap. “Pastel lebih berat karena isiannya padat dan ada unsur hewannya. Kalau jalangkote lebih ringan dan segar karena disiram sambal khas Makassar itu tadi,” lanjut Chef Nur Hidayat.

Perbedaan lainnya juga terletak pada kulitnya. Kulit pastel lebih tebal dan kadang agak empuk karena penggunaan margarin dalam adonannya. Sementara jalangkote memiliki kulit yang tipis, garing, dan lebih renyah karena menggunakan minyak kelapa atau minyak goreng dalam pembuatannya. “Tekstur kulit jalangkote itu ringan tapi kriuk, khas banget. Kalau pastel, biasanya lebih padat karena memang adonannya beda,” jelasnya.

Ia juga menambahkan secara budaya, jalangkote juga memiliki fungsi sosial. Ia kerap disajikan dalam tradisi Bugis seperti mappacci, aqiqah, dan pesta pernikahan. Kalau ada tamu datang, jalangkote itu sering jadi suguhan utama. Ini makanan yang mengandung nilai keramahan dan penghormatan.

Meski berbeda, baik pastel maupun jalangkote kini bisa ditemukan di banyak daerah di Indonesia. Namun, bagi warga Sulawesi Selatan, jalangkote tetap menjadi ikon kuliner lokal yang membanggakan. Bahkan banyak UMKM di Makassar yang menjadikannya sebagai produk unggulan dengan berbagai inovasi isi dan sambal.

Dengan memahami perbedaan otentik antara pastel dan jalangkote, masyarakat tidak hanya menikmati rasa lezatnya, tapi juga ikut melestarikan kekayaan kuliner nusantara yang berakar kuat dalam tradisi dan identitas daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....