Kue Tradisional Bugis Makassar Melambangkan Doa dan Harapan

  • 08 Sep 2024 19:52 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar : Beragam jenis kue tradisional Sulawesi Selatan akan disajikan saat pesta pernikahan. Selain rasa yang manis, kue tradisional tersebut juga mengandung makna dan doa bagi kedua mempelai.

Dilansir dari laman infobudaya.net, beragam kue tradisional yang mengandung doa dan harapan, diantaranya Cucuru Bayao. Rasa yang sangat manis dari kue cucuru bayao menyimbolkan harapan bagi pasangan yang menikah, agar kelak mereka bisa mengarungi kehidupan pernikahan dengan penuh kebahagiaan.

Konon perempuan yang belum menikah lalu memakan cucuru bayao di pesta pernikahan maka akan segera mendapatkan jodohnya.

Selain itu, kue Bannang-bannang (Makassar) atau Nennu-nennu’ (Bugis), melambangkan hubungan yang saling kait mengait, kekekalan, ketakputusan dan persatuan dua keluarga. Harapan dari hadirnya kue ini dalam pesta pernikahan adat Sulawesi Selatan adalah langgeng dan bertahannya pasangan suami istri dalam kondisi apapun dalam biduk rumah tangganya kelak.

Kue tradisional lainnya yaitu kue sikaporo yang menjadi hantaran wajib untuk pernikahan masyarakat Bugis. Kue ini menjadi simbol kelembutan dan kesederhanaan yang terbina dalam hubungan rumah tangga. Bagi masyarakat Makassar, sikap lembut dan kasih sayang adalah pilar utama keberlangsungan sebuah keluarga.

Pesta pernikahan tidak lengkap tanpa kue Se’ro-se’ro. Kue ini melambangkan kedua mempelai pengantin yang memegang tanggung jawab untuk saling melayani dan saling mengisi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....