Melihat Sejarah Kue Barongko Khas Bugis Makassar

  • 21 Mei 2024 15:36 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar : Barongko merupakan makanan khas daerah asal Provinsi Sulawesi Selatan khususnya bagi suku Bugis dan suku Makassar. Barongko artinya singkatan dari bahasa Makassar 'barangku kuroko', yang artinya barangku sendiri yang kubungkus.

Maksud dari arti tersebur, adonan yang bahan bakunya adalah pisang, juga dibungkus dengan daun pisang . Bahan adonan untuk membuat barongko terdiri dari pisang kepok yang dihaluskan, telur, santan, gula pasir, dan garam.

Sedangkan bahan pembungkus adonan barongko adalah daun pandan dan daun pisang. Barongko dibuat melalui cata pengukusan.

Pada masa kerajaan-kerajaan suku Bugis dan suku Makassar, barongko hanya disajikan untuk para raja. Penyajiannya kemudian meluas ke masyarakat suku Bugis dan suku Makassar.

Barongko disajikan sebagai camilan dalam upacara perkawinan adat dan upacara adat lainnya. Barongko memiliki makna filosofis berkaitan dengan hubungan antara adonan dan pembungkusnya.

Pemerintah Indonesia telah menetapkan barongko sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Penggunaan daun pisang untuk membungkus adonan pisang memiliki makna filosofis.

Ini bermakna bahwa yang terlihat di luar haruslah sama dengan yang terlihat di dalam. Istilah ini dalam pepatah Bugis disebut barakkumua udoko.

Makna lainnya yaitu bahwa kebaikan akan tampak melalui perilaku yang baik pula. Penambahan irisan nangka di dalam adonan barongko merupakan simbol pengharapan akan kelanggengan rumah tangga dari mempelai.

Pemaknaan ini didasarkan kepada pepatah suku Bugis yaitu 'iyyana kuala sappo unganna panasae na belo kalukue'. Pepatah ini berarti 'kuambil kejujuran dan kesucian sebagai pagar diri dalam rumah tangga'. (FJ)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....