Ragam Nasi Kuning Nusantara Cerminkan Kekayaan Kuliner Daerah

  • 04 Agt 2026 13:48 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Nasi kuning menjadi salah satu kuliner tradisional Indonesia yang memiliki beragam variasi di setiap daerah. Meski sama-sama menggunakan beras yang dimasak dengan kunyit dan santan, setiap daerah menghadirkan cita rasa, lauk pendamping, hingga cara penyajian yang mencerminkan kekayaan budaya lokal.

Dilansir dari osc.medcom.id, nasi kuning telah dikenal sejak masa kerajaan Hindu di Pulau Jawa. Awalnya, hidangan ini disajikan dalam bentuk tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan permohonan keselamatan. Seiring berkembangnya zaman dan masuknya Islam, nasi kuning kemudian menjadi bagian dari tradisi syukuran atau selamatan sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan.

Di berbagai daerah, nasi kuning berkembang dengan karakteristik yang berbeda. Nasi Kuning Solo umumnya disajikan bersama ayam goreng, orek tempe, telur dadar iris, urap, perkedel kentang, dan serundeng. Sementara itu, Nasi Kuning Manado memiliki cita rasa khas dengan lauk ikan cakalang suwir, bihun goreng, telur rebus, sambal roa, serta dibungkus menggunakan daun woka atau lontar.

Sulawesi Selatan juga memiliki nasi kuning dengan ciri khas tersendiri. Nasi kuning di daerah ini umumnya disajikan sebagai menu sarapan dengan lauk seperti ayam berbumbu, telur rebus, bihun goreng, serundeng, abon, sambal, serta tambahan paru goreng atau hati ayam di beberapa daerah. Perpaduan rempah dan lauk khas tersebut menghasilkan cita rasa gurih yang menjadi salah satu kuliner favorit masyarakat.

Sementara itu, dikutip dari pariwisataindonesia.id, Nasi Kuning Banjar dari Kalimantan Selatan dikenal memiliki aroma rempah yang lebih kuat. Hidangan ini biasanya dipadukan dengan masak habang, telur bebek, atau ikan haruan (gabus), sehingga menghadirkan cita rasa khas yang berbeda dari daerah lainnya.

Di balik keragaman penyajiannya, nasi kuning memiliki makna filosofis yang sama. Warna kuning yang berasal dari kunyit melambangkan kemakmuran, kesejahteraan, serta harapan akan kehidupan yang lebih baik. Karena itu, nasi kuning hampir selalu hadir dalam berbagai momen penting, seperti pernikahan, ulang tahun, syukuran, hingga perayaan hari besar keagamaan.

Keberagaman nasi kuning di berbagai daerah menunjukkan kekayaan kuliner Nusantara yang terus terjaga hingga kini. Selain menjadi hidangan lezat, nasi kuning juga merepresentasikan nilai kebersamaan, rasa syukur, serta identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....