Ayam Bakar Solo D’Mauz Foodies Rintis Usaha dengan Keyakinan
- 11 Feb 2026 14:10 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Usaha kuliner sering kali lahir dari situasi yang tidak terduga. Begitu pula perjalanan Ayam Bakar Solo D’Mauz Foodies, yang justru muncul di tengah masa sulit pandemi Covid-19 tahun 2020. Di balik menu ayam bakar yang kini menjadi andalan, tersimpan kisah jatuh bangun, perubahan konsep usaha, hingga semangat berbagi yang datang dari para pelanggannya.
Pemilik usaha, Rony Andika Poetra, memulai perjalanan bisnisnya bersama sang istri, yang berperan sebagai chef. Kolaborasi ini berangkat dari hobi memasak dan latar belakang manajemen yang dimiliki Rony. Namun, sebelum dikenal lewat menu ayam bakar, pasangan ini sempat mengelola usaha camilan pisang nugget dengan berbagai varian rasa yang berjalan selama tiga tahun sebelum akhirnya ditutup.
Perubahan arah bisnis itu terjadi setelah mereka menerima berbagai masukan. Dari sanalah muncul ide untuk beralih ke segmen makanan utama, bukan lagi camilan. Pilihan jatuh pada menu ayam bakar khas Solo, yang kemudian menjadi identitas baru usaha mereka. Cerita tersebut disampaikan langsung oleh Rony dalam program “Ngulik” di RRI Pro2 Makassar, Rabu, 11 Februari 2026.
"Awalnya, Ayam Bakar Solo D’Mauz Foodies beroperasi di kantin salah satu kampus di Makassar. Dari situ, permintaan terus berkembang. Banyak pelanggan yang tidak hanya membeli untuk makan pribadi, tetapi juga memesan nasi kotak untuk kebutuhan seminar, kegiatan organisasi, hingga berbagai event kampus, sebagaimana diungkapkan Rony dalam siaran tersebut, " ujar Rony Andika kepada RRI.
Dikatakan, nama D’Mauz Foodies sendiri memiliki makna khusus. "Huruf “D” berasal dari nama anak mereka, Delisa, yang dalam bahasa Arab berarti pembawa kebahagiaan. Sementara “Mauz” terinspirasi dari usaha sebelumnya, yakni pisang nugget. Harapannya, siapa pun yang mengonsumsi produk mereka bisa merasakan kebahagiaan, " ungkapnya.
Jiwa wirausaha Rony ternyata sudah tertanam sejak kecil. Ia mengaku sudah belajar berbisnis sejak kelas 4 SD, ketika sang ayah mengajarkannya beternak lele. Pengalaman itu menjadi bekal mental dalam menghadapi pasang surut usaha.
Dalam menjalankan bisnis kuliner, Rony juga aktif sebagai anggota PPJI (Persatuan Penyelenggara Jasa Boga Indonesia). Melalui organisasi tersebut, ia banyak mendapatkan masukan dari para chef berpengalaman, mulai dari pemilihan menu, penentuan harga, penataan hidangan, hingga desain produk. Ia mengaku, wawasan tersebut membuatnya memahami bahwa dunia kuliner tidak bisa dijalankan secara sembarangan.
"Saat ini, beberapa menu best seller di D’Mauz Foodies antara lain ayam bakar Solo, asam manis, dan ayam kecap, dengan kisaran harga Rp25 ribu hingga Rp30 ribu. Salah satu keunikan produknya terletak pada bumbu rahasia ayam kecap yang menghasilkan aroma khas, serta sambal khusus yang disebut “sambal baja”. " tambahnya.
Menariknya, tidak semua pesanan datang untuk konsumsi pribadi atau acara formal. Rony bercerita, ada pelanggan yang secara khusus memesan puluhan nasi kotak untuk disalurkan kepada orang-orang yang membutuhkan sebagai bentuk sedekah. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi salah satu momen paling berkesan selama menjalankan usaha.
"Meski terus berkembang, tantangan tetap ada. Salah satu yang paling berat menurutnya adalah mencari sumber daya manusia yang bisa dipercaya. Beberapa pengalaman kurang menyenangkan membuatnya kini hanya bekerja dengan orang-orang yang benar-benar ia percayai, " ungkapnya.
Dari sisi pemasaran, Rony menilai promosi dari mulut ke mulut masih menjadi strategi paling efektif. Kepuasan pelanggan dinilai mampu menciptakan promosi alami yang jauh lebih kuat dibandingkan iklan. Ia juga menekankan pentingnya mental dan kejujuran bagi para pelaku usaha. Menurutnya, konsistensi dan sikap jujur, apa pun risikonya, adalah fondasi utama dalam membangun bisnis. Bahkan, ia menganggap kompetitor bukan sebagai saingan, melainkan tempat belajar dan berbagi pengalaman.
Dengan slogan “Solusi acara tanpa ribet”, Ayam Bakar Solo D’Mauz Foodies kini fokus melayani kebutuhan konsumsi berbagai acara. Produknya pun telah mengantongi sertifikat halal, sehingga semakin dipercaya oleh pelanggan."Bagi para pengusaha yang baru memulai, agar terus meningkatkan kapasitas diri, terutama dalam hal manajemen keuangan, dan tidak cepat puas dengan pencapaian yang ada, "Pesannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....