Kuliner Tradisional Makassar, Cermin Keberagaman Budaya Lokal

  • 14 Agt 2025 14:33 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Makassar dikenal sebagai salah satu kota dengan kekayaan kuliner yang dipengaruhi berbagai budaya. Perpaduan rasa dalam setiap sajian tradisionalnya menjadi bukti akulturasi antara etnis lokal dan pendatang. Tak hanya soal rasa, kuliner ini juga menyimpan cerita sejarah panjang yang diwariskan dari generasi ke generasi.

David Arianto seniman dan budayawan Tionghoa, dalam program Obrolan Khusus di Pro 4 RRI Makassar, Selasa (12/8/2025), mengatakan bahwa makanan tradisional bukan sekadar hidangan untuk dinikmati. “Kuliner Makassar adalah cermin keberagaman budaya yang membentuk identitas kota ini,” ujarnya. Ia menekankan bahwa setiap resep memiliki kisah yang patut dilestarikan.

Beberapa makanan khas Makassar seperti pallubasa, jalangkote, hingga onde-onde hijau menunjukkan pengaruh budaya Bugis, Makassar, dan Tionghoa. “Onde-onde hijau misalnya, merupakan simbol harmoni antara budaya lokal dan Tionghoa,” kata Ko David. Proses pembuatan dan penggunaan bahan-bahannya mencerminkan nilai kebersamaan dalam masyarakat.

Selain itu, ada kue pau yang kini mulai langka ditemui. Makanan ini dulunya populer di kalangan warga keturunan Tionghoa dan menjadi bagian dari perayaan tertentu. “Kue pau menjadi salah satu contoh warisan budaya yang harus dijaga agar tidak punah,” jelas Ko David.

Melestarikan kuliner tradisional dinilai penting untuk menjaga keberagaman budaya lokal. Upaya ini tidak hanya sebatas memasak, tetapi juga memahami filosofi di balik setiap sajian. Dengan begitu, generasi muda dapat terus merasakan dan menghargai warisan kuliner Makassar sebagai bagian dari identitasnya. (Suci)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....