Peluang E-Commerce Mendorong Kuliner Pariwisata

  • 18 Jul 2025 20:54 WIB
  •  Makassar

KBRN,Makassar: Perkembangan teknologi digital membawa angin segar sekaligus tantangan baru bagi sektor kuliner dalam industri pariwisata. Kehadiran platform e-commerce telah membuka peluang besar bagi pelaku kuliner untuk memasarkan produk ke wisatawan domestik dan mancanegara tanpa batasan geografis.

Hal ini dikatakan Kepala Unit Bursa Kerja POLTEKPAR Makassar, Firman Rusliawan dalam program Obrolan Kuliner PRO4 RRI Makassar edisi Kamis, (17/7/2026). Firman memaparkan secara mendalam tentang “Peluang & Tantangan E-Commerce Kuliner Pariwisata” dalam konteks lokal dan nasional.

" Digitalisasi memungkinkan makanan khas daerah dikenali dan diakses lebih luas, dari Makassar hingga luar negeri," jelas Firman.

Firman menilai keunikan rasa dan cerita budaya di balik kuliner tradisional adalah daya tarik tersendiri di dunia digitall. Namun, Firman juga menyoroti tantangan yang harus dihadapi pelaku UMKM kuliner, seperti keterbatasan literasi digital, logistik, dan standarisasi produk.

“Banyak pelaku kuliner belum memiliki kapasitas manajerial dalam mengelola bisnis online, termasuk dalam hal pengemasan, pengiriman, dan pelayanan konsumen yang cepat,” kata Firman.

Fitman menyebut pelatihan dan pendampingan sebagai aspek krusial dalam menghadapi tantangan ini. Ia juga menekankan pentingnya integrasi antara sektor pariwisata dan industri kuliner dalam platform digital.

Lebih lanjut Firman juga mengusulkan adanya e-marketplace khusus kuliner wisata yang dapat menghubungkan destinasi, cerita budaya, dan produk makanan secara menyeluruh.n“Wisatawan saat ini tidak hanya mencari tempat, tapi juga pengalaman rasa yang autentik,” kata Firman.

Firman memuji beberapa inisiatif lokal di Sulawesi Selatan yang mulai mengemas kuliner khas seperti coto Makassar, barongko, dan ikan bakar dalam bentuk produk siap saji yang dipasarkan secara online. Menurutnya, upaya ini patut didukung dengan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari regulasi, promosi digital, hingga kolaborasi antar pelaku industri.

Ia juga mendorong institusi pendidikan pariwisata seperti POLTEKPAR Makassar untuk menjadi motor penggerak inovasi melalui riset, pengembangan platform digital, dan inkubasi usaha kuliner. “Mahasiswa harus disiapkan bukan hanya sebagai pekerja, tapi juga sebagai inovator dalam ekosistem pariwisata digital,” tegas Firman.

Program ini memberi perspektif baru bahwa transformasi digital di sektor kuliner bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan daya saing industri pariwisata Indonesia. Dengan strategi yang tepat, e-commerce kuliner dapat menjadi jembatan antara kekayaan rasa Nusantara dan pasar wisata global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....