Es Poteng, Kuliner Dessert Tapai Tradisional Khas Makassar

  • 07 Jul 2025 23:53 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Es Poteng, dalam bahasa Makassar “poteng” berarti tape, adalah kuliner tradisional yang populer terutama di kota Makassar dan sekitarnya. Bahan utamanya adalah tape singkong ubi kayu fermentasi dengan ragi yang memberikan sensasi cita rasa manis dan sedikit asam.

Setelah melalui proses fermentasi, singkong ini disajikan dengan es serut, sirup DHT (sirup pisang ambon khas Makassar) dan ditambahkan susu kental manis untuk menambah kelembutan. Kombinasi ini menjadikannya hidangan penyegar populer di cuaca terik Sulawesi Selatan

Dilansir dari wikipedia tapai singkong adalah tapai yang dibuat dari singkong yang difermentasi. Makanan tradisional ini populer di Jawa dan dikenal di seluruh tempat, mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur.

Di Jawa Barat dan Banten, tapai singkong dikenal sebagai peuyeum dalam bahasa Sunda. Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, tapai singkong dikenal sebagai kenyas dalam bahasa Jawa.

Khusus Makassar Tapai singkong dikenal dengan nama Poteng, proses pembuatan poteng dimulai dari memilih singkong mentega (ubi kuning) yang masih segar dari kebun. Singkong direbus hingga matang, kemudian didinginkan sebelum diberi ragi dan dibiarkan fermentasi selama sekitar dua hingga tiga hari.

Fermentasi ini memberikan cita rasa khas manis fermentasi dan aroma yang menyerupai ballo (arak tradisional Makassar). Dalam penyajian es, poteng yang sudah difermentasi dipotong-potong kecil, disusun dalam mangkuk atau gelas plastik, ditambahkan es serut dan kemudian disiram sirup DHT.

Kadang juga ditambahkan susu agar rasanya lebih lembut. Minuman ini tidak hanya menyegarkan tetapi juga memiliki manfaat kesehatan seperti membantu meredakan sakit maag dan mencegah jerawat, meski konsumsi berlebihan bisa menimbulkan efek pusing ringan karena kandungan alkohol rendah dalam tape

Es Poteng memiliki akar budaya yang kuat di masyarakat Bugis–Makassar. Nama “poteng” sendiri sudah lama melekat sebagai istilah setempat untuk tape singkong, dan inovasi mengombinasikannya menjadi es muncul sebagai adaptasi kreatif terhadap kondisi iklim tropis Sulawesi Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....