Nikmatnya Pisang Epe Dipadu Sarabba Hangat

  • 10 Jun 2025 08:44 WIB
  •  Makassar

KBRN Makassar: Makassar, sebuah kota pantai di Sulawesi Selatan, terkenal sebagai surga makanan dengan banyak pilihan jajanan tradisional yang menggairahkan. Di antara aneka kuliner tersebut, pisang epe dan sarabba telah lama menjadi favorit di Pantai Losari dan sekitarnya.

Pisang epe adalah makanan yang terbuat dari pisang kepok yang diratakan dan dibakar, kemudian disiram dengan saus gula merah kental. Sementar, sarabba adalah minuman hangat yang dibuat dari jahe, gula merah, santan, dan berbagai rempah, terkenal mampu menghangatkan tubuh saat malam hari.

Dilansir dari goodnewsfromindonesia.id, pisang epe memiliki sejarah yang kaya sebagai jajanan masyarakat serta hidangan bagi kalangan bangsawan di era kerajaan Gowa-Tallo dari abad ke-16 hingga abad ke-19. Cara pembuatannya yang khas, yaitu dengan menekan pisang hingga pipih sebelum dibakar, menghasilkan tekstur yang garing di luar dan lembut di tengah. Saus gula merah yang kental dan manis menjadi pelengkap penting, meningkatkan kedalaman rasa pada setiap suapan.

Sedangkan, sarabba merupakan minuman tradisional yang berasal dari Bugis-Makassar yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Bahan utama minuman ini adalah jahe, gula merah, santan, dan rempah seperti kayu manis, merica, serta terkadang kuning telur. Rasa hangat dari jahe dan merica berpadu sempurna dengan manisnya gula merah dan kaya rasa santan, menciptakan sensasi yang menenangkan, sangat ideal dinikmati di malam hari atau saat cuaca dingin.

Kombinasi antara pisang epe dan sarabba bukan hanya sekadar pencampuran rasa, melainkan juga representasi budaya. Manisnya pisang epe bersatu dengan pedasnya sarabba, menghasilkan harmoni rasa yang saling melengkapi. Banyak pencinta kuliner di Makassar yang dengan sengaja mencari kedua hidangan ini untuk dinikmati bersamaan, terutama di Pantai Losari ketika malam tiba.

Menikmati pisang epe dan sarabba di tepian Pantai Losari bukan hanya tentang mengisi perut, tetapi juga tentang merasakan suasana khas Makassar. Aroma pisang yang dipanggang dan rempah-rempah sarabba yang menyeruak di udara menambah kehangatan suasana, ditambah semilir angin laut dan keramaian para pedagang kaki lima yang berjejer di sepanjang tempat tersebut.

Kedua kuliner ini juga mencerminkan kebijaksanaan lokal Makassar dalam mengolah bahan-bahan sederhana menjadi hidangan yang istimewa. Pisang epe dan sarabba mudah ditemukan di berbagai lokasi di kota, mulai dari warung kaki lima hingga restoran, menunjukkan pesonanya yang melintasi generasi dan kalangan.

Tidak mengherankan, para wisatawan yang datang ke Makassar sering merasa perjalanan mereka tidak lengkap tanpa mencicipi pisang epe dan sarabba. Kombinasi keduanya kini diakui sebagai ikon kuliner malam di Makassar yang abadi, sekaligus menjadi simbol kehangatan dan keramahan masyarakat Sulawesi Selatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....