Beppa Pute, Kue Tradisional Khas Bugis Makassar

  • 24 Mei 2025 16:28 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar : Beppa pute adalah salah satu kue tradisional khas Bugis yang memiliki sejarah panjang dan makna filosofis mendalam. Dalam bahasa Bugis, "beppa" berarti kue dan "pute" berarti putih, sehingga beppa pute dapat diartikan sebagai "kue putih". Penamaan ini sangat sesuai dengan tampilan kue yang memang didominasi warna putih, baik dari bahan dasar maupun baluran gula halus di permukaannya.

Kue tradisional bugis ini menurut wikipangan.id sudah ada sejak zaman kerajaan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari berbagai upacara adat. Beppa pute lazim disajikan dalam acara pernikahan, aqiqah, kematian, hingga syukuran rumah baru. Setiap bentuk dan jumlah kue yang disajikan memiliki simbol dan makna tersendiri, bahkan dapat mencerminkan status sosial penyelenggara acara. Misalnya, pada acara bangsawan, jumlah beppa pute yang disajikan bisa mencapai 188 buah dalam satu wadah khusus bernama sariwita, sedangkan untuk masyarakat biasa jumlahnya lebih sedikit.

Beppa pute memiliki berbagai bentuk unik, setidaknya ada 12 variasi bentuk yang masing-masing memiliki nama dan makna khusus, seperti batu lawo, sojo, pandua bessi, hingga buah paria. Bentuk-bentuk ini tidak hanya memperindah tampilan kue, tetapi juga menjadi simbol strata sosial dan harapan tertentu dalam masyarakat Bugis. Di beberapa daerah, seperti Soppeng, bentuk kue ini sering menyerupai angka delapan, sedangkan di Makassar dikenal dengan nama se’ro-se’ro karena bentuknya mirip timba.

Bahan utama beppa pute umumnya terdiri dari putih telur, tepung beras atau tepung ketan, kelapa sangrai, dan gula pasir. Proses pembuatannya cukup unik dan membutuhkan keterampilan khusus. Putih telur dikocok hingga mengembang, kemudian dicampur dengan tepung dan kelapa sangrai. Setelah adonan terbentuk, kue dibentuk sesuai selera lalu dipanggang dalam oven hingga kering dan renyah. Setelah matang, kue dilapisi gula halus agar tampilannya semakin putih dan menarik.

Dari segi tekstur, beppa pute menawarkan sensasi renyah di luar namun lumer di mulut, mirip permen kapas. Rasanya cenderung gurih dengan tingkat kemanisan yang bisa diatur sesuai selera, sehingga cocok dinikmati oleh semua kalangan, termasuk yang sedang mengurangi konsumsi gula. Kue ini juga mudah disimpan dalam wadah kedap udara agar tetap renyah.

Beppa pute bukan sekadar kudapan, tetapi juga sarat makna filosofis. Dalam tradisi pernikahan Bugis, kue ini melambangkan harapan akan keberkahan hidup, keselamatan, rezeki yang melimpah, dan keluarga yang harmonis. Di sisi lain, dalam adat Makassar, beppa pute atau se’ro-se’ro bermakna saling melayani antara kedua mempelai, terinspirasi dari kebiasaan bergantian menimba air di sumur sebagai simbol kerja sama dalam rumah tangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....