Pallu Butung: Dessert Jadul Rasa Sultan Khas Makassar

  • 14 Mei 2025 10:40 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Pallu Butung merupakan salah satu makanan tradisional asal Sulawesi Selatan yang telah eksis sejak abad ke-17. Hidangan ini terbuat dari pisang dan dihidangkan dengan saus santan manis, menghasilkan kombinasi rasa yang lembut dan sangat menggugah selera. Keistimewaan Pallu Butung tidak hanya pada rasanya, tetapi juga pada sejarah serta filosofi yang terhubung dengannya.

Dilansir dari dimensiindonesia.com, asal usul Pallu Butung dapat ditelusuri kembali ke era penjajahan, di mana warga Sulawesi Selatan mengalami kesulitan mencari beras. Sebagai solusi yang inovatif, mereka mengolah pisang bersama tepung dan santan untuk menciptakan sebuah makanan yang dapat mengenyangkan serta kaya akan gizi. Istilah "Pallu Butung" sendiri berasal dari bahasa Makassar dan Bugis, di mana "Pallu" berarti paku dan "Butung" merujuk pada pisang yang sudah matang.

Filosofi di balik Pallu Butung menggambarkan semangat dan inovasi masyarakat Sulawesi Selatan ketika menghadapi tantangan. Hidangan ini melebihi sekadar makanan, melainkan merupakan lambang ketahanan serta kreativitas dalam menggunakan sumber daya lokal. Perpaduan rasa manis dan tekstur lembutnya mencerminkan keseimbangan kehidupan yang dihargai oleh orang-orang setempat.

Dalam cara penyajiannya, Pallu Butung sering kali dibandingkan dengan Es Pisang Ijo karena bahan utamanya yang serupa. Meskipun begitu, perbedaannya terletak pada metode penyajian—Pallu Butung lebih sederhana dengan lapisan saus santan khas, sementara Es Pisang Ijo memiliki pembungkus tepung hijau di sekitar pisangnya. Hidangan ini umumnya disajikan dengan tambahan sirop DHT dan es batu, menjadikannya pilihan yang sangat menyegarkan saat cuaca panas.

Hingga saat ini, Pallu Butung terus menjadi pilihan utama bagi masyarakat Sulawesi Selatan, baik sebagai camilan sehari-hari maupun hidangan pada acara-acara tertentu. Keberadaannya tidak hanya menjaga warisan kuliner, tetapi juga menjadi tanda bahwa kreativitas dalam memasak dapat menciptakan sesuatu yang bertahan dari generasi ke generasi.

Berikut langkah-langkah membuat pallu butung:

*Bahan-bahan:

Untuk bubur santan:

- 1000 ml santan (dari 2 butir kelapa atau santan instan)

- 6 sdm tepung beras

- 6sdm gula pasir (bisa disesuaikan)

- 1 sdt garam

- 2 lembar daun pandan (ikat simpul)

*Untuk pisang:

- 10 buah pisang kepok matang (bisa juga pakai pisang raja atau pisang tanduk)

- Air secukupnya untuk merebus

*Untuk sirup merah:

- 400 gram gula merah atau sirup DHT (sirup pisang ambon khas Makassar)

- 300 ml air

*Cara membuat:

1. Rebus pisang:

-Kupas pisang, rebus dalam air mendidih hingga matang (sekitar 10-15 menit). Angkat dan potong-potong sesuai selera.

2. Membuat bubur santan:

- Campurkan santan, tepung beras, gula, garam, dan daun pandan dalam panci.

Masak sambil diaduk terus agar tidak menggumpal dan santan tidak pecah. Masak hingga mengental dan matang, angkat dan dinginkan.

*Membuat sirup merah (jika tidak menggunakan sirup jadi):

- Rebus gula merah dengan air hingga larut, saring jika perlu, dan masak lagi hingga mengental.

*Penyajian:

- Tata potongan pisang dalam mangkuk, siram dengan bubur santan. Tambahkan sirup merah di atasnya.

Pallu Butung biasanya disajikan dingin, jadi bisa ditambahkan es batu atau disimpan dulu dalam kulkas, agar lebih nikmat apalagi di cuaca yang panas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....