Bannang-Bannang Kanrejawa Unik dari Tanah Makassar
- 05 Mei 2025 13:48 WIB
- Makassar
KBRN,Makassar : Sulawesi Selatan kembali mempersembahkan kekayaan kulinernya yang unik dan menggugah selera, salah satunya adalah bannang-bannang yang khas dari kabupaten jeneponto. Nama kue ini secara harfiah berarti "benang-benang" dalam bahasa Makassar, menggambarkan bentuknya yang menyerupai untaian benang kusut.
Dikutip dari wikipedia dalam budaya tutur Bahasa Makassar, Kanrejawa (Kue) Bannang-bannang memiliki pengertian mendalam akan makna kehidupan, bentuknya seperti benang yang dijalin silang-menyilang, rapi, namun sangat sulit untuk dipisahkan. Mungkin itulah alasan mengapa masyarakat memberinya namanya Bannang-bannang, yang dalam bahasa Makassar artinya benang-benang.
Bannang-bannang kerap dimaknai sebagai simbolisasi dari hubungan yang saling kait mengait, itulah mengapa kue ini selalu hadir dalam upacara pernikahan sebagai perlambang saling terkaitnya dan eratnya hubungan antara dua keluarga yang sedang melaksanakan upacara pernikahan.
Banyak orang yang berpikir cara membuat kanrejawa Bannang-bannang ini amat rumit. Karena harus menjalinnya satu persatu sampai terbentuk sesuai hasil yang diinginkan serta membutuhkan ketekunan dan kerapian tingkat tinggi.
Bahan utama dalam pembuatan bannang-bannang adalah tepung beras dan gula merah. Tepung beras yang telah diayak halus dicampur dengan air secukupnya hingga membentuk adonan kental. Sementara itu, gula merah direbus dengan sedikit air hingga mencair dan mengental. Kedua bahan sederhana inilah yang menjadi kunci kelezatan bannang-bannang.
Proses pembuatan bannang-bannang menjadi daya tarik tersendiri. Adonan tepung beras dimasukkan ke dalam sebuah tempurung kelapa yang telah dilubangi kecil-kecil di bagian bawahnya. Kemudian, adonan tersebut diteteskan secara melingkar di atas minyak panas yang tidak terlalu banyak. Gerakan tangan yang terampil dan cepat akan menghasilkan untaian-untaian adonan tipis yang menyerupai benang kusut.
Setelah adonan berwarna kuning keemasan dan sedikit renyah, bannang-bannang diangkat dan ditiriskan. Langkah selanjutnya adalah melumuri untaian "benang" tersebut dengan larutan gula merah yang telah mengental. Proses pelumuran ini harus dilakukan secara merata agar seluruh bagian kue terbalut dengan manisnya gula merah.
Cita rasa bannang-bannang yang manis legit dengan tekstur renyah di luar namun sedikit kenyal di dalam menjadikannya camilan yang digemari berbagai kalangan usia. Bentuknya yang unik juga seringkali menarik perhatian wisatawan yang berkunjung ke Sulawesi Selatan dan ingin mencicipi kuliner khas daerah ini.
Meskipun tergolong jajanan tradisional, bannang-bannang masih dapat ditemukan di berbagai pasar tradisional dan toko kue di Sulawesi Selatan. Beberapa penjual bahkan masih mempertahankan cara pembuatan tradisional menggunakan tempurung kelapa, menambah keotentikan kue ini. Upaya pelestarian bannang-bannang menjadi penting agar kekayaan kuliner ini tidak hilang ditelan zaman.
Bannang-bannang bukan hanya sekadar kue, tetapi juga merupakan bagian dari warisan budaya Sulawesi Selatan yang patut untuk dijaga dan dilestarikan. Keunikan bentuk dan rasa, serta proses pembuatannya yang khas, menjadikan bannang-bannang sebagai representasi kekayaan kuliner Indonesia yang beragam dan patut untuk terus diperkenalkan kepada generasi mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....