Dangke, Keju Tradisional Enrekang yang Mendunia

  • 30 Apr 2025 12:47 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Dangke merupakan jenis keju tradisional dari Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, yang dibuat menggunakan susu sapi ataupun susu kerbau. Dalam proses pembuatannya, susu dipanaskan hingga mendidih, kemudian dicampur dengan getah pepaya muda sebagai bahan penggumpal alami yang berfungsi untuk mengentalkan susu. Setelah proses penggumpalan selesai, dangke dicetak menggunakan kulit kelapa dan dibungkus daun pisang, yang memberikan aroma khas yang menggoda selera. Keju ini memiliki konsistensi kenyal dan cita rasa gurih yang unik, mirip dengan mozzarella.

Dilansir dari unhaspress.unhas.ac.id, asal usul nama "Dangke" diyakini berasal dari frasa "dank u wel" dalam bahasa Belanda yang berarti "terima kasih." Konon, di awal abad ke-20, penduduk Enrekang menyajikan keju ini kepada penjajah Belanda. Setelah mencicipi hidangan tersebut, orang Belanda tersebut mengucapkan "dank u wel," yang kemudian diterima oleh masyarakat setempat sebagai sebutan untuk makanan ini, menjadi "Dangke."

Dangke dapat dinikmati kapan saja, baik sebagai lauk nasi atau camilan. Umumnya, dangke disajikan dengan cara digoreng atau dibakar, menciptakan kerenyahan di bagian luar dan kelembutan di bagian dalam. Rasa keju ini gurih dengan sedikit nuansa asam, mirip mozzarella, namun tetap mengusung cita rasa khas tersendiri.

Menurut mongabay.co.id, harga dangke bervariasi tergantung pada ukuran dan tempat pembeliannya. Di pasar tradisional Enrekang, anda dapat menemukan dangke dengan harga sekitar Rp15.000 hingga Rp20.000 per potong. Namun, harga dapat berbeda di daerah lain, yang dipengaruhi oleh biaya distribusi dan permintaan pasar.

Dangke dapat dibeli di pasar tradisional di Kabupaten Enrekang, seperti Pasar Enrekang. Selain itu, berbagai rumah makan dan toko oleh-oleh di daerah tersebut juga menyediakan dangke, baik dalam keadaan segar maupun dalam bentuk olahan seperti kerupuk dangke. Dengan adanya kemajuan teknologi, dangke kini juga dapat diperoleh secara daring melalui platform e-commerce, sehingga memudahkan konsumen di luar kawasan tersebut untuk menikmatinya.

Meskipun dangke merupakan produk lokal, kelezatannya telah menarik perhatian konsumen internasional. Dilansir dari gizi.fk.undip.ac.id, beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam telah menjadi target pasar ekspor dangke. Bahkan, permintaan dari negara-negara tersebut terus menunjukkan peningkatan, menandakan potensi dangke sebagai produk unggulan untuk ekspor dari Indonesia.


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....