Dange, Kue Ketan Tradisional Khas Kabupaten Pangkep
- 29 Apr 2025 20:45 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar : Kue Dange adalah salah satu kuliner tradisional khas Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, yang telah menjadi bagian penting dari budaya kuliner masyarakat Bugis. Kue ini terkenal dengan rasa manis legit dan tekstur pulen yang dihasilkan dari kombinasi bahan-bahan sederhana namun khas, seperti tepung beras ketan hitam atau putih, parutan kelapa muda, dan gula merah. Proses pembuatannya yang tradisional dan penggunaan cetakan khusus dari tanah liat memberikan cita rasa autentik yang sulit ditandingi oleh kudapan modern.
Dilansir pronesiata.id proses pembuatan kue Dange dimulai dengan mencampurkan tepung beras ketan, parutan kelapa, dan gula merah yang telah diiris tipis. Adonan ini kemudian dimasukkan ke dalam cetakan khusus yang telah dipanaskan di atas bara api atau kayu bakar. Cetakan tersebut biasanya terbuat dari tanah liat dan memiliki bentuk setengah lingkaran, mirip dengan cetakan pukis namun lebih besar. Setelah adonan dimasukkan, cetakan ditutup dengan daun pisang dan dibiarkan selama sekitar 15 menit hingga matang.
Seiring waktu, kue Dange mengalami inovasi dalam varian rasa untuk menyesuaikan dengan selera masyarakat modern. Selain rasa original dengan gula merah, kini tersedia varian rasa seperti cokelat dan keju. Inovasi mengikuti perkembangan jaman dan memperluas pasar kue Dange tanpa menghilangkan keaslian resep tradisionalnya.
Kue Dange memiliki nilai historis yang mendalam dalam sejarah lokal Pangkep. Pada masa pemberontakan di Sulawesi Selatan, kue ini menjadi salah satu bekal utama para pejuang karena daya tahan dan kemudahan pembuatannya. Kue Dange dapat bertahan hingga empat hari tanpa mengalami perubahan rasa, menjadikannya pilihan ideal bagi mereka yang bersembunyi di hutan.
Di Kabupaten Pangkep, khususnya di Kecamatan Segeri, terdapat kawasan kuliner yang dikenal dengan sebutan "Kampung Dange." Di sepanjang jalan poros Segeri, banyak penjual yang menawarkan kue Dange, baik untuk dinikmati langsung maupun sebagai oleh-oleh. Kawasan ini buka 24 jam dan menjadi destinasi kuliner yang populer bagi wisatawan yang melintasi daerah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....