Kapurung, Hidangan Lezat Khas Palopo Sulawesi Selatan

  • 24 Jan 2025 14:20 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar : Kapurung adalah salah satu kuliner tradisional khas dari Sulawesi Selatan, khususnya daerah Luwu Raya yang meliputi Kota Palopo, Kabupaten Luwu, Luwu Utara, dan Luwu Timur. Menurut luwuraya.com nama Kapurung sendiri memiliki variasi sebutan.

Di Luwu bagian utara, makanan ini disebut Pugalu, sedangkan di Luwu Selatan dikenal sebagai Bugalu. Namun, perbedaan ini tidak mengurangi kenikmatan makanan khas iniHidangan ini berbahan dasar sagu yang diolah menjadi adonan kenyal dan disajikan dengan kuah bercita rasa asam segar.

Proses pembuatan Kapurung tidak bisa dipisahkan dari cita rasa kuah nya, kuah kapurung biasanya dibuat dari campuran ikan atau daging ayam yang direbus bersama aneka sayuran seperti kacang panjang, jagung manis, terong, bayam, dan jantung pisang. Bumbu yang digunakan meliputi cabai, kemiri, lada, dan bawang putih. Cita rasa asam yang khas berasal dari buah patikala, sejenis rempah khas Sulawesi yang memberikan aroma dan rasa asam segar pada hidangan ini.

Proses pembuatan kapurung dimulai dengan melarutkan tepung sagu dalam air, kemudian disiram dengan air panas hingga mengental. Setelah itu, adonan sagu dibentuk menjadi bulatan kecil seukuran bakso menggunakan sepasang sumpit, proses ini dalam bahasa setempat disebut "didui". Bulatan sagu ini kemudian dicampur dengan kuah yang terbuat dari bumbu kacang dan berbagai rempah. Selain ikan, kapurung juga dapat disajikan dengan tambahan daging ayam atau udang sebagai sumber protein alternatif. Hidangan ini disajikan dalam keadaan panas, dengan kuah bumbu kacang yang pedas dan kaya rempah, memberikan sensasi hangat di tenggorokan. Tekstur sagu yang kenyal dan mudah dicerna membuat kapurung menjadi pilihan makanan yang mengenyangkan dan menyehatkan.

Kapurung tidak hanya lezat, tetapi juga kaya akan nutrisi. Berbagai macam sayuran yang digunakan dalam hidangan ini menyediakan serat, vitamin, dan mineral yang penting bagi tubuh. Sementara itu, ikan, daging ayam, atau udang yang ditambahkan menjadi sumber protein yang baik. Kandungan karbohidrat dalam sagu lebih rendah dibandingkan nasi, sehingga kapurung dapat menjadi alternatif bagi mereka yang ingin menjaga asupan kalori.

Kapurung merupakan representasi kekayaan kuliner Sulawesi Selatan yang patut dilestarikan. Dengan cita rasa unik yang menggabungkan keasaman, kepedasan, dan kehangatan, hidangan ini menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda bagi siapa saja yang mencobanya. Bagi masyarakat Luwu Raya, kapurung bukan sekadar makanan, tetapi juga simbol identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....