Pahlawan Nasional di Uang Kertas Pertama Terbitan Bank Indonesia
- 14 Agt 2024 14:14 WIB
- Makassar
KBRN,Makassar : Di setiap uang rupiah, selain sebagai alat pembayaran, tersemat makna dan narasi kebangsaan. Gambar-gambar yang disajikan mulai dari sosok pahlawan, kebudayaan, hingga flora dan fauna tidak saja merupakan hasil karya seni rupa adiluhung dan estetis, tetapi juga merepresentasikan berbagai simbol dan identitas keindonesiaan. Hal itu pula yang telah menghiasi berbagai uang rupiah terbitan Bank Indonesia.
Dikutip dari laman bi.go.id pada terbitan pertamanya, Bank Indonesia menampilkan uang bergambar pahlawan dalam Seri Kebudayaan tahun 1952. Bagi Indonesia sebagai negara yang kala itu masih belia dan kerap menghadapi berbagai kegentingan, kemunculan sosok pahlawan dalam uang menjadi hal yang amat penting. Sebab, di sana tersimpan spirit untuk memperkuat tenun kebangsaan dan persatuan. Lewat sosok pahlawan, ada keteladan yang menjadi daya rekat anak bangsa.
Lantas, siapakah sosok pahlawan yang ditampilkan dalam uang terbitan pertama Bank Indonesia? Pahlawan tersebut adalah Kartini dan Diponegoro.
Kartini muncul di uang kertas pecahan Rp5 pada 1952 yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia setelah ditetapkan sebagai bank Sentral. Saat itu, Bank Indonesia sedang mempersiapkan kelahirannya setelah menasionalisasi De Javasche Bank sejak 1951. Lantaran undang-undang tentang Bank Indonesia baru lahir pada 1953, maka uang kertas emisi 1952 tersebut baru resmi diedarkan pada 2 Juli 1953.
Di bagian utama uang tersebut terdapat gambar R.A. Kartini dengan ukiran stilasi dua burung dan motif kaluak paku yang mengelilingi bagian tengah sehingga menyerupai bingkai. Sedangkan, di bagian belakang terdapat gambar pohon kalpataru atau pohon kehidupan yang diapit oleh stilisasi dua ekor ular serta ornamen dekoratif perpaduan garis-garis yang membentuk seperti kipas terkembang. Masa penggunaannya sekitar sembilan tahun karena ditarik oleh Bank Indonesia pada 1961. Gambar Kartini kembali muncul di bagian depan uang kertas nominal Rp10.000 tahun emisi 1985.
Pangeran Diponegoro diabadikan dalam uang rupiah terbitan pertama Bank Indonesia pada uang kertas Rp 100 Seri Kebudayaan tahun 1952. Pada bagian depan, terdapat gambar Diponegoro serta ukiran burung Garuda sebagai hewan mitologi Hindu yang menjadi kendaraan Dewa Whisnu. Di bagian belakang terdapat corak stilasi burung Garuda yang saling berhadapan. Di tahun yang sama, dikeluarkan koin Diponegoro nominal 50 sen. Nominal 50 sen dikeluarkan lagi pada 1954, 1955, dan 1957. Bank Indonesia kembali menerbitkan uang kertas emisi Diponegoro nominal Rp 1.000 di tahun 1975.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....