Mengetahui Penyebab, Dampak dan Cara Mengatasi Diare

  • 09 Agt 2024 09:20 WIB
  •  Makassar

KBRN, Makassar: Diare adalah kondisi yang umum terjadi di mana seseorang mengalami buang air besar dengan tinja yang cair atau berair. Meskipun sering dianggap sepele, diare dapat menimbulkan dampak serius jika tidak ditangani dengan benar.

Penyebab diare sangat beragam, mulai dari infeksi, keracunan makanan, hingga gangguan pencernaan. Salah satu penyebab utama diare adalah infeksi, yang dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit.

Di antara virus, Rotavirus, Norovirus, dan Adenovirus seringkali menjadi penyebab diare, terutama pada anak-anak. Sementara itu, bakteri seperti Escherichia coli (E. coli), Salmonella, Shigella, dan Campylobacter sering ditemukan pada makanan atau air yang terkontaminasi.

Parasit seperti Giardia lamblia dan Entamoeba histolytica juga merupakan penyebab diare, terutama di daerah dengan sanitasi yang kurang baik. Selain infeksi, keracunan makanan juga menjadi penyebab utama diare.

Makanan yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit dapat memicu diare dalam hitungan jam setelah dikonsumsi. Diare juga dapat disebabkan oleh intoleransi makanan, seperti intoleransi laktosa, fruktosa, atau gluten.

Pada orang dengan intoleransi ini, tubuh tidak mampu mencerna zat tertentu, yang kemudian memicu diare. Penggunaan obat-obatan tertentu, terutama antibiotik, dapat mengganggu keseimbangan flora bakteri di usus dan menyebabkan diare.

Kondisi medis lainnya seperti stres, kecemasan, hipertiroidisme, dan diabetes juga bisa menyebabkan diare. Bahkan, perubahan diet yang tiba-tiba dapat memicu gangguan pencernaan ini.

Mengatasi diare membutuhkan penanganan yang tepat untuk mencegah dehidrasi dan komplikasi lainnya. Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memastikan kebutuhan cairan tubuh terpenuhi.

Minum banyak cairan, seperti air, kaldu, sup bening, dan minuman isotonik sangat penting. Selain itu, mengonsumsi larutan rehidrasi oral (oralit) dapat membantu menggantikan elektrolit yang hilang selama diare.

Hindari makanan tertentu yang dapat memperburuk kondisi, seperti makanan berlemak, berminyak, atau berserat tinggi. Sebaliknya, konsumsi makanan yang lembut dan mudah dicerna seperti pisang, nasi, saus apel, dan roti panggang sangat dianjurkan.

Konsultasi dengan dokter sangat disarankan jika diare berlangsung lebih dari dua hari pada orang dewasa atau lebih dari satu hari pada anak-anak. Terlebih disertai dengan demam tinggi, darah di tinja, atau tanda-tanda dehidrasi.

Kebersihan pribadi, terutama mencuci tangan dengan sabun setelah menggunakan toilet dan sebelum makan. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran infeksi yang dapat menyebabkan diare. (FJ)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....