Dampak Pola Asuh Helicopter Parenting Bagi Diri Anak
- 12 Jul 2024 10:17 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar : Pola asuh helikopter yang berlebihan bisa berdampak buruk pada kondisi psikis anak, seperti mudah stres dan depresi, cemas berlebih, kurang percaya diri, agresif, hingga terlalu bergantung pada orang tua. Dikutip dari laman siloamhospitals.com Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Mudah Stres dan Depresi
Helicopter parenting yang dilakukan dengan memantau penuh setiap gerak-gerik anak secara tidak langsung dapat menyebabkan anak merasa stres dan tertekan. Apabila terjadi secara terus-menerus, kondisi ini bahkan dapat memicu depresi hingga gangguan cemas pada anak.
2. Kurang Percaya Diri
Orang tua dengan pola asuh helikopter biasanya akan mendominasi segala keputusan anak. Karena terbiasa bergantung dengan pilihan orang tua, anak yang diasuh dengan helicopter parenting cenderung merasa insecure dan kurang percaya diri. Bahkan, hal tersebut juga bisa berdampak pada kemampuan anak dalam bersosialisasi dengan teman-temannya.
3. Anak Cenderung Bersifat Agresif
Dampak helicopter parenting berikutnya adalah membuat anak bersifat lebih agresif. Pasalnya, pola asuh yang terlalu melindungi dan mengontrol anak dapat menyebabkan anak kurang peka terhadap lingkungan. Akibatnya, anak jadi mudah tersinggung dan tidak sabar saat sedang bermain dengan teman-temannya.
4. Terlalu Bergantung pada Orang Tua
Helicopter parenting membuat anak terbiasa mendapatkan perlindungan dari orang tua. Hal tersebut bisa menghambat proses tumbuh kembang anak yang membuatnya terlalu bergantung pada orang tua serta tidak mampu melakukan sesuatu secara mandiri.
Nah agar tidak berlarut-larut dalam helicopter parenting, penting bagi setiap orang tua untuk mengendalikan rasa khawatirnya terhadap anak. Adapun sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menghindari helicopter parenting adalah sebagai berikut:
1. Ajak Anak Berdiskusi
Ketika dihadapkan oleh suatu masalah, ajak anak untuk berdiskusi agar dapat menemukan solusinya bersama. Hal ini dapat membantu anak untuk berpikir dan menemukan solusi terhadap permasalahannya sendiri kelak.
2. Biarkan Anak Menentukan Pilihannya Sendiri
Salah satu tips agar terhindar dari helicopter parenting adalah memberikan ruang untuk anak dalam menentukan pilihannya sendiri. Sebagai orang tua, Anda hanya perlu mengarahkan tanpa mengontrol penuh setiap keputusan anak. Secara tidak langsung, hal tersebut juga dapat membantu anak untuk mengenali dirinya sendiri.
3. Kendalikan Rasa Khawatir
Khawatir dengan keamanan dan masa depan anak merupakan hal yang wajar. Namun, ada baiknya untuk mengendalikan rasa khawatir tersebut agar tidak mengganggu proses tumbuh kembang anak. Alih-alih memantau kegiatannya setiap waktu, Anda dapat memastikan keamanan anak dengan berkomunikasi secara terbuka.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....