Prevalensi Hipertensi di Didunia Dilatarbelakangi Meningkatnya Beban Hipertensi
- 17 Mei 2024 15:14 WIB
- Makassar
KBRN, Makassar : Hipertensi atau tekanan darah tinggi, adalah kondisi medis di mana tekanan darah dalam arteri tubuh meningkat secara persisten. Tekanan darah tinggi bisa menjadi masalah serius karena dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, stroke, kerusakan pada organ vital, dan komplikasi lainnya.
Laporan Global WHO kasus hipertensi dilatarbelakangi oleh meningkatnya beban hipertensi di dunia. Hal ini disebabkan oleh penyakit kardiovaskular dan semua penyebab kematian.
Laporan ini menekankan kebutuhan mendesak untuk mengatasi hipertensi dan komplikasi terkait, yang mempengaruhi lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia. Penyakit hipertensii masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan, berkontribusi terhadap timbulnya penyakit kardiovaskular, stroke, dan kematian dini.
Menurut laporan tersebut, hanya 54% orang dewasa dengan hipertensi yang terdiagnosis, 42% menerima pengobatan, dan hanya 21% yang hipertensinya terkontrol. Statistik ini menggarisbawahi perlunya peningkatan kesadaran dan pengelolaan hipertensi.
Jika dilihat situasi berdasarkan wilayah, persentase penderita hipertensi dewasa pada tahun 2019 menurun di wilayah WHO Eropa dibandingkan tahun 1990. Namun meningkat di wilayah Asia, khususnya di Wilayah Pasifik Barat WHO (dari 24% menjadi 28%; termasuk negara-negara seperti Australia, Selandia Baru, Tiongkok, Republik Korea, Filipina, Malaysia, Vietnam, dan Jepang) dan di wilayah WHO Asia Tenggara (dari 29% menjadi 32%; termasuk negara-negara seperti India, Nepal, Indonesia, dan Thailand).
Jumlah penderita hipertensi dewasa di wilayah Pasifik Barat WHO meningkat lebih dari dua kali lipat pada tahun 2019 dibandingkan tahun 1990, dengan angka yang meningkat dari 144 juta menjadi 346 juta. Lebih lanjut, terdapat peningkatan sebesar 41% jumlah pasien hipertensi dewasa selama tiga puluh tahun terakhir (1999–2019) di wilayah WHO Eropa dan wilayah WHO di Amerika.
Sebaliknya, WHO di Asia Tenggara dan WHO di wilayah Pasifik Barat mengalami peningkatan signifikan sebesar 144%. Menekankan perlunya pengendalian hipertensi sangatlah penting, khususnya di WHO Asia Tenggara dan WHO wilayah Pasifik Barat, untuk memitigasi timbulnya penyakit kardiovaskular secara global.
Hasil Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) di tahun 2018,menunjukkan angka prevalensi Hipertensi di Indonesia secara nasional padapenduduk >18 th sebesar 34,11%. Sedangkan di amerika serikat sekitar 30%populasi dewasa, laki-laki dan perempuan.
Sementara residen & CEO, Resolve to Save Lives, dr Tom Frieden, mengatakan setiap jam, lebih dari 1.000 orang meninggal karena stroke dan serangan jantung. Sebagian besar kematian ini disebabkan oleh tekanan darah tinggi, dan sebagian besar sebenarnya bisa dicegah.
“Perawatan hipertensi yang baik adalah yang terjangkau, mudah dijangkau, dan memperkuat layanan kesehatan primer. Tantangannya sekarang adalah beralih dari dalam jangkauan menjadi tercapai," Kata dr Tom.
Menurtu dr Tom hal ini memerlukan komitmen pemerintah di seluruh dunia. " Penting untuk menjalani pemeriksaan rutin dan mengikuti instruksi dari dokter untuk memantau tekanan darah dan mengatur pengobatan jika diperlukan," kata dr Tom.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....