Pentingnya Pemanasan dan Stretching sebelum Olahraga
- 07 Okt 2026 11:57 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Berolahraga secara rutin menjadi salah satu cara menjaga tubuh tetap sehat dan bugar. Namun, olahraga tidak cukup hanya dengan memperhatikan jenis dan intensitas latihan. Tubuh juga perlu dipersiapkan sebelum melakukan aktivitas fisik.
Pemanasan dan stretching atau peregangan menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan, terutama sebelum melakukan olahraga dengan intensitas sedang hingga tinggi. Pemanasan dan stretching sebenarnya memiliki fungsi yang berbeda.
Pemanasan bertujuan mempersiapkan tubuh secara keseluruhan sebelum masuk ke aktivitas utama, misalnya melalui jalan cepat, jogging ringan, atau gerakan yang menyerupai olahraga yang akan dilakukan. Sementara stretching lebih berfokus pada peregangan otot dan peningkatan rentang gerak persendian.
Dynamic stretching dapat menjadi bagian dari pemanasan, tetapi tidak menggantikan pemanasan secara keseluruhan. Manfaat dynamic stretching didukung oleh penelitian Behm, Blazevich, Kay, dan McHugh pada 2016 yang diterbitkan dalam Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism.
Melalui systematic review, mereka menemukan bahwa dynamic stretching yang dilakukan sebelum aktivitas fisik dapat memberikan peningkatan kecil hingga sedang pada performa, sekaligus membantu meningkatkan rentang gerak. Temuan ini menunjukkan bahwa peregangan dinamis dapat menjadi bagian dari persiapan sebelum berolahraga.
Penelitian lain oleh Opplert dan Babault pada 2018 dalam Sports Medicine juga menemukan bahwa dynamic stretching dapat meningkatkan fleksibilitas dan memberikan manfaat terhadap beberapa aspek performa fisik, seperti kekuatan, power, sprint, dan kemampuan melompat. Karena itu, gerakan peregangan dinamis dapat disesuaikan dengan jenis olahraga yang akan dilakukan agar tubuh lebih siap menghadapi aktivitas fisik.
| Baca juga: Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan |
Meski demikian, stretching tidak dapat dianggap sebagai jaminan untuk mencegah seluruh cedera olahraga. Small, Mc Naughton, dan Matthews pada 2008 melalui systematic review menemukan bahwa static stretching secara rutin tidak menunjukkan penurunan signifikan terhadap keseluruhan angka cedera olahraga. Artinya, upaya mencegah cedera tidak cukup hanya dengan stretching, tetapi juga membutuhkan pemanasan yang tepat, teknik olahraga yang benar, latihan kekuatan, peningkatan beban secara bertahap, dan pemulihan yang cukup.
Mengabaikan pemanasan dan langsung melakukan olahraga dengan intensitas tinggi dapat membuat tubuh belum siap menghadapi beban aktivitas. Terlebih pada olahraga yang melibatkan gerakan cepat, lompatan, perubahan arah, atau beban berat. Karena itu, olahraga sebaiknya diawali dengan aktivitas ringan dan pemanasan dinamis secara bertahap, bukan langsung melakukan gerakan dengan intensitas maksimal.
Setelah olahraga selesai, tubuh juga perlu memasuki tahap pendinginan. Pada tahap ini, static stretching dapat digunakan sebagai bagian dari latihan fleksibilitas. Peregangan dilakukan secara terkontrol dan tidak dipaksakan hingga menimbulkan rasa sakit. Dengan demikian, masyarakat perlu memahami bahwa pemanasan, stretching, teknik olahraga, dan pemulihan merupakan bagian yang saling melengkapi dalam menjaga keamanan saat berolahraga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....