Kemarau Berkepanjangan, Waspadai Dampak Cuaca Panas bagi Kesehatan

  • 06 Okt 2026 11:06 WIB
  •  Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Kemarau berkepanjangan yang disertai cuaca panas dapat memberikan dampak terhadapkesehatan apabila masyarakat tidak menjaga kondisi tubuhdengan baik. Paparan suhu tinggi dalam waktu lama dapatmeningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas, hingga heat stroke.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa kondisi suhu panas di Indonesia tidakselalu dapat disebut sebagai gelombang panas. Cuacapanas di Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh kondisiatmosfer dan besarnya radiasi matahari yang diterimasuatu wilayah.
Meski demikian, paparan panas tetap perlu diwaspadai. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut panasberlebih dapat meningkatkan risiko heat exhaustion danheat stroke. Kondisi tersebut juga dapat memperberatsejumlah masalah kesehatan, termasuk penyakitkardiovaskular, gangguan pernapasan, diabetes, danpenyakit ginjal.
Salah satu gangguan yang perlu diperhatikan saat cuacapanas adalah dehidrasi. Tubuh kehilangan cairan melaluikeringat untuk mengatur suhu. Jika cairan yang keluartidak segera digantikan, seseorang dapat mengalami rasa haus berlebihan, lemas, sakit kepala, pusing, hinggagangguan yang lebih serius.
Kementerian Kesehatan juga mengingatkan masyarakatmengenai risiko dehidrasi dan heat stroke ketikamenghadapi cuaca panas ekstrem. Kondisi tersebut dapatmengganggu fungsi tubuh dan perlu diantisipasi denganmenjaga asupan cairan serta mengurangi paparan panasberlebihan.
Selain dehidrasi, udara yang kering selama musimkemarau juga dapat meningkatkan paparan debu danpartikel di udara. Kondisi tersebut berpotensi mengganggusaluran pernapasan, terutama bagi masyarakat yang memiliki penyakit pernapasan atau kelompok yang lebihrentan.
Cuaca panas juga perlu menjadi perhatian bagi masyarakatyang melakukan aktivitas di luar ruangan. WHO menyebutpekerja luar ruangan, lanjut usia, anak-anak, serta orang dengan penyakit tertentu termasuk kelompok yang lebihrentan terhadap dampak kesehatan akibat panas.
Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, masyarakatdianjurkan mencukupi kebutuhan cairan, menggunakanpakaian yang ringan dan longgar, serta mengurangiaktivitas fisik berat pada waktu ketika suhu sedang tinggi. Masyarakat juga dapat mencari tempat teduh atau ruanganyang lebih sejuk ketika tubuh mulai terasa kepanasan.
Apabila seseorang mengalami pusing, lemas, mual, kebingungan, atau kehilangan kesadaran setelah terpaparpanas, kondisi tersebut perlu segera mendapatkanperhatian medis. WHO menyebut heat stroke sebagaikondisi darurat medis yang membutuhkan penanganancepat.
Kemarau yang berlangsung panjang tidak hanyaberdampak pada ketersediaan air dan aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat menjadi tantangan bagi kesehatan. Dengan menjaga hidrasi, membatasi paparan panas, danmengenali tanda-tanda gangguan akibat panas, masyarakatdapat mengurangi risiko kesehatan selama periode cuaca
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....