Kunyit Tak Hanya untuk Masakan, Ini Potensi Manfaatnya bagi Kesehatan

  • 30 Sep 2026 09:14 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Kunyit tidak hanya dikenal sebagai rempah untuk menambah cita rasa dan warna pada masakan, tetapi juga memiliki sejumlah potensi manfaat bagi kesehatan. Mengutip Vogue.com, kandungan kurkumin dalam kunyit menjadi salah satu komponen yang banyak diteliti karena memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan.

Kunyit berasal dari akar tanaman Curcuma longa, yang termasuk dalam keluarga jahe dan berasal dari Asia Selatan. Rempah berwarna kuning keemasan ini telah lama digunakan dalam berbagai tradisi kuliner dan pengobatan, termasuk Ayurveda dan pengobatan tradisional Tiongkok.

Salah satu potensi manfaat kunyit yang banyak diteliti adalah membantu mengelola peradangan dalam tubuh. Kurkumin, senyawa aktif yang terdapat dalam kunyit, diketahui dapat memengaruhi jalur peradangan. Menurut ahli gizi Amy Shapiro yang dikutip Vogue, penelitian mengenai kurkumin menunjukkan potensi manfaatnya, terutama dalam kaitannya dengan nyeri sendi dan osteoartritis.

Selain itu, kunyit memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu melawan radikal bebas. Aktivitas antioksidan ini juga menjadi salah satu alasan kunyit banyak dikaitkan dengan perawatan kesehatan kulit. Dalam perawatan kulit, kunyit disebut berpotensi membantu membuat kulit tampak lebih cerah, meskipun penggunaannya tetap perlu memperhatikan kemungkinan iritasi dan noda pada kulit.

Potensi manfaat lainnya berkaitan dengan kesehatan pencernaan. Kandungan kurkumin disebut dapat membantu mendukung kenyamanan pencernaan. Sejumlah penelitian juga menunjukkan kemungkinan manfaat kurkumin dalam membantu menjaga kadar gula darah, kesehatan otak dan jantung, serta suasana hati. Namun, manfaat tersebut masih memerlukan pemahaman lebih lanjut berdasarkan bukti penelitian yang tersedia.

Perlu diketahui, kunyit dan kurkumin bukanlah hal yang sama. Kunyit merupakan rempah utuh, sedangkan kurkumin adalah senyawa polifenol yang memberikan warna kuning-oranye khas pada kunyit. Kurkumin hanya menyumbang sekitar 3 hingga 5 persen dari berat kunyit, sehingga jumlah yang diperoleh dari penggunaan kunyit sebagai bumbu masakan relatif kecil dibandingkan ekstrak kurkumin dalam suplemen.

Untuk penggunaan sehari-hari, kunyit dapat ditambahkan ke dalam berbagai hidangan, seperti kari, nasi, atau minuman berbahan rempah. Vogue mengutip Shapiro yang menyebut sekitar setengah hingga satu sendok teh bubuk kunyit per hari sebagai jumlah yang wajar bagi penggunaan dalam makanan. Sementara itu, penggunaan suplemen kurkumin sebaiknya mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi kesehatan masing-masing individu.

Konsumsi suplemen kunyit juga perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang menggunakan obat-obatan. Orang dengan gangguan kantong empedu, batu ginjal, anemia akibat kekurangan zat besi, maupun penyakit hati disarankan berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsinya. Suplemen kurkumin juga berpotensi berinteraksi dengan obat pengencer darah dan obat diabetes.

Dengan berbagai potensi manfaat tersebut, kunyit dapat menjadi bagian dari pola makan sehari-hari. Namun, manfaat yang ditemukan dalam penelitian terhadap ekstrak kurkumin terkonsentrasi tidak selalu dapat disamakan dengan manfaat dari kunyit yang digunakan sebagai bumbu masakan. Penggunaan suplemen sebaiknya dilakukan secara bijak dan dengan arahan tenaga kesehatan apabila diperlukan.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....