Lempuyang, Rempah Tradisional dengan Cita Rasa dan Khasiat
- 22 Sep 2026 18:23 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Lempuyang, rempah nusantara yang telah lama menjadi bagian dari warisan kuliner tradisional Indonesia, kini kembali menarik perhatian sebagai bahan masakan bernilai kesehatan tinggi. Melansir https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles Rimpang dari tanaman Zingiber zerumbet ini tidak hanya memberikan cita rasa khas pada hidangan, tetapi juga menyimpan segudang manfaat bagi tubuh yang telah dibuktikan secara ilmiah.
Dalam tradisi masyarakat Nusantara, lempuyang sering dimanfaatkan sebagai bumbu penyedap alami dan pembangkit nafsu makan dalam berbagai olahan masakan tradisional. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PMC, rimpang lempuyang secara rutin digunakan sebagai flavoring food dan appetizer dalam berbagai masakan Melayu, sekaligus menjadi bahan obat tradisional untuk mengatasi gangguan pencernaan dan peradangan.
Karakteristik lempuyang yang sedikit lebih pahit dibandingkan jahe biasa (Zingiber officinale) menjadikannya rempah pilihan untuk olahan tertentu yang membutuhkan keseimbangan rasa kompleks. Literatur dari Plant Resources of South East Asia (PROSEA) mencatat bahwa meskipun kurang aromatik daripada jahe umum, lempuyang dianggap sebagai stimulan bagi selaput lendir lambung dan usus, sehingga efektif mengatasi diare, disentri, dan sakit perut.
Dalam konteks masakan tradisional Indonesia, lempuyang tidak hanya hadir sebagai bumbu, tetapi juga sebagai bagian dari filosofi kesehatan yang menyatu dengan budaya kuliner. Jurnal ethnobotani dari Indonesia menunjukkan bahwa masyarakat lokal sering mengombinasikan lempuyang dengan rempah lain seperti kunyit, kencur, dan jahe dalam masakan sehari-hari untuk menciptakan harmoni rasa dan manfaat kesehatan.
Keunikan lempuyang juga terlihat dari bagian bunga berbentuk seperti kerucut pinus yang menghasilkan gel bening beraroma, yang dalam beberapa tradisi digunakan untuk memberikan cita rasa halus pada marinade atau sirup infused. Panduan kuliner dari sumber internasional menyebutkan bahwa gel bunga lempuyang memiliki nilai kuliner khusus untuk marinade Asia Tenggara dan pengawet alami dalam proses pengacaran, meski rimpangnya sendiri jarang digunakan mentah dalam masakan.
Dari sisi bioaktivitas, lempuyang mengandung senyawa zerumbone yang telah diteliti memiliki efek antioksidan, antiradang, antibakteri, dan bahkan potensi antikanker, menjadikannya lebih dari sekadar rempah biasa. Publikasi ilmiah dari jurnal pendidikan sains Indonesia menegaskan bahwa lempuyang telah lama digunakan sebagai antipiretik, anti-inflamasi, anti-ulcer, analgesik, dan antimikroba, memperkuat posisinya dalam kuliner sehat tradisional.
Sebagai warisan kuliner nusantara, lempuyang mencerminkan kearifan lokal yang memadukan cita rasa, kesehatan, dan keberlanjutan dalam setiap sajian tradisional. Dengan semakin tingginya kesadaran akan pentingnya bahan alami dan fungsional dalam makanan, lempuyang layak mendapat tempat lebih luas dalam pengembangan kuliner Indonesia modern yang tetap berakar pada tradisi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....