Beda Dehidrasi dan Heat Exhaustion, Ini Penjelasan Dokter

  • 05 Sep 2026 19:40 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Suhu panas ekstrem yang melanda Makassar membuat masyarakat perlu memahami perbedaan dehidrasi dan heat exhaustion. Dua kondisi ini kerap tertukar meski memiliki tingkat keparahan berbeda.

Dehidrasi terjadi saat cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak dibanding cairan yang masuk. Kondisi ini dipicu oleh keringat berlebih akibat suhu panas dan aktivitas fisik berat.

"Kondisi tubuh kita, kalau ada cairan yang keluar lebih banyak dari cairan yang masuk," jelas Naila Amalia Afandi, S.Ked, dokter muda IKM-IKK-IKP Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia, dalam dialog Kiprah Sulsel RRI Pro 1 Makassar, Sabtu, 5 September 2026.

Tanda dehidrasi meliputi rasa haus, bibir kering, urine sedikit dan berwarna pekat, hingga lemas dan pusing. Gejala ini umumnya masih tergolong ringan dan sering dialami sehari-hari.

Heat exhaustion merupakan tahap lanjutan ketika tubuh mulai kewalahan menghadapi panas. Kehilangan elektrolit yang berlebih memicu gejala lebih berat dibanding dehidrasi biasa.

"Kalau rasanya sudah mual, pusing, lemas, berkunang-kunang, pandangan putih, itu sudah masuk heat exhaustion," kata Naila.

Gejala heat exhaustion lain termasuk mual hingga muntah, kram otot, dan denyut nadi yang terasa cepat. Penderita disarankan segera menghentikan aktivitas dan mencari tempat sejuk.

Air putih menjadi pilihan paling aman untuk mengatasi kedua kondisi tersebut. Kebutuhan cairan minum harian disarankan berkisar 1,5 hingga dua liter tergantung berat badan.

"Untuk cairan yang paling aman dan gampang itu air putih," ungkap Naila.

Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menunda minum hingga merasa haus, terutama saat beraktivitas di luar ruangan pada siang hari. Langkah pencegahan sederhana ini dapat menghindarkan tubuh dari gangguan yang lebih serius.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....