Manfaat Air Rebusan Temulawak untuk Kesehatan dan Risikonya

  • 20 Agt 2026 12:06 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Temulawak yang direbus dan diminum airnya telah lama dikenal sebagai minuman herbal yang digunakan masyarakat untuk membantu menjaga kebugaran tubuh. Melansir https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles Rimpang dengan nama ilmiah Curcuma xanthorrhiza ini mengandung kurkuminoid, minyak atsiri, xanthorrhizol, serta senyawa fenolik yang menjadi perhatian dalam berbagai penelitian ilmiah.

Air rebusan temulawak berpotensi membantu menjaga fungsi pencernaan karena senyawa di dalamnya secara tradisional dikaitkan dengan stimulasi produksi dan aliran empedu. Meski demikian, manfaat tersebut tidak dapat dianggap sebagai pengobatan tunggal untuk penyakit lambung, hati, atau gangguan pencernaan karena sebagian besar bukti masih berasal dari penelitian laboratorium dan hewan.

Kandungan kurkuminoid dan xanthorrhizol pada temulawak juga memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi dalam penelitian praklinis. Senyawa tersebut dipelajari karena kemampuannya membantu mengurangi proses oksidatif dan respons peradangan, tetapi efek air rebusan pada manusia dapat berbeda bergantung pada jumlah bahan, lama perebusan, dan kondisi kesehatan seseorang.

Penelitian pada hewan menunjukkan ekstrak Curcuma xanthorrhiza berpotensi memberikan perlindungan terhadap kerusakan hati yang dipicu oleh zat tertentu. Hasil itu belum bisa disamakan dengan bukti bahwa air rebusan temulawak dapat menyembuhkan penyakit hati pada manusia, sehingga pemeriksaan medis tetap diperlukan ketika muncul mata atau kulit menguning, urine berwarna gelap, mual berkepanjangan, atau nyeri perut.

Dalam penggunaannya di rumah, temulawak sebaiknya dicuci bersih, diiris tipis, lalu direbus dengan air secukupnya hingga aroma dan warna rimpangnya keluar. Minuman tersebut dapat dikonsumsi dalam jumlah wajar tanpa menjadikannya pengganti air putih, pola makan bergizi, maupun obat yang telah diresepkan dokter.

Konsumsi temulawak perlu dilakukan secara hati-hati oleh orang yang memiliki batu empedu, sumbatan saluran empedu, radang saluran empedu, atau penyakit pada sistem empedu. European Medicines Agency mencatat bahwa temulawak dapat meningkatkan sekresi empedu sehingga penggunaannya tidak dianjurkan pada kondisi yang berkaitan dengan gangguan aliran empedu.

Ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, serta orang yang sedang menggunakan obat tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum mengonsumsi rebusan temulawak secara rutin. Konsultasi juga penting bagi pasien yang memiliki penyakit hati, karena herbal tetap dapat menimbulkan efek samping atau berinteraksi dengan obat.

Dengan demikian, air rebusan temulawak dapat dipandang sebagai bagian dari minuman tradisional yang berpotensi mendukung kesehatan, terutama karena kandungan senyawa bioaktifnya. Namun, istilah “dahsyat” tidak boleh dimaknai sebagai jaminan penyembuhan, sebab penelitian klinis yang secara khusus menguji air rebusan temulawak masih terbatas dan manfaatnya perlu dipahami secara proporsional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....