Testosteron, Hormon Pria yang Menentukan Vitalitas dan Kekuatan Tubuh
- 17 Agt 2026 10:17 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, MAKASSAR - Testosteron merupakan hormon seks utama pada pria yang berperan penting dalam perkembangan organ reproduksi, produksi sperma, massa otot, kepadatan tulang, pembentukan sel darah merah, gairah seksual, serta energi tubuh. Hormon ini terutama diproduksi oleh testis, tetapi perempuan juga memiliki testosteron dalam jumlah lebih kecil yang berasal dari ovarium dan kelenjar adrenal.
Pada pria, kadar testosteron tidak hanya berkaitan dengan kemampuan seksual, tetapi juga memengaruhi kondisi fisik dan fungsi tubuh secara luas. Kekurangan testosteron melansir endocrine.org dapat berkaitan dengan penurunan libido, berkurangnya massa otot dan kekuatan tulang, kelelahan, gangguan suasana hati, hingga masalah kesuburan.
Kadar testosteron pria berubah sepanjang hari dan umumnya mencapai tingkat tertinggi pada pagi hari. Sebagai gambaran umum, kadar total testosteron pria dewasa sering berada pada kisaran 300 sampai 1.000 ng/dL, tetapi nilai rujukan dapat berbeda menurut laboratorium sehingga kadar rendah perlu dinilai melalui pemeriksaan darah pagi yang diulang dan dikaitkan dengan gejala.
Menjaga testosteron tetap optimal tidak berarti harus mengonsumsi suplemen atau obat hormon. Aktivitas fisik teratur, latihan kekuatan, tidur yang cukup, pola makan bergizi, dan menjaga berat badan tetap sehat menjadi langkah penting, terutama karena kelebihan lemak tubuh berkaitan dengan penurunan testosteron dan penurunan berat badan dapat membantu memperbaikinya.
Makanan bergizi membantu menyediakan bahan dan zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk menjalankan produksi hormon, termasuk protein, lemak sehat, zinc, serta vitamin dan mineral lain. Suplemen tidak otomatis meningkatkan testosteron pada orang yang sehat, sehingga penggunaannya lebih tepat dipertimbangkan ketika terdapat kekurangan zat gizi yang terbukti, bukan sekadar untuk mengejar kadar hormon yang lebih tinggi.
Sebaliknya, obesitas, kurang tidur, kekurangan gizi, penyakit berat, dan olahraga yang terlalu berat dalam waktu lama dapat menekan kadar testosteron. Konsumsi alkohol secara berlebihan juga dapat mengganggu produksi testosteron, sementara beberapa obat seperti opioid dan kortikosteroid dapat menurunkannya sehingga penggunaannya perlu mengikuti pengawasan tenaga medis.
Testosteron yang rendah tidak selalu berarti tubuh harus mendapat suntikan, gel, atau obat pengganti testosteron. Terapi penggantian testosteron hanya ditujukan bagi kondisi tertentu setelah dokter menemukan gejala yang sesuai dan kadar testosteron benar-benar rendah secara konsisten, karena terapi tersebut juga dapat memengaruhi kesuburan dan membutuhkan pemantauan medis.
Bagi pria yang ingin menjaga kadar testosteron, perhatian utama sebaiknya diarahkan pada kebiasaan sehari-hari sebelum mencari produk peningkat hormon. Pola makan seimbang, latihan fisik terukur, tidur yang cukup, pengendalian berat badan, serta menghindari alkohol berlebihan dan penggunaan steroid anabolik tanpa indikasi medis menjadi bagian penting dalam mempertahankan produksi testosteron alami tubuh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....