Kenali Hidradenitis Suppurativa, Benjolan Nyeri yang Bisa Kambuh

  • 10 Agt 2026 20:21 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Hidradenitis suppurativa merupakan kondisi kulit yang menyebabkan munculnya benjolan kecil dan nyeri di bawah kulit. Benjolan biasanya muncul di area tubuh yang sering mengalami gesekan, seperti ketiak, selangkangan, bokong, dan payudara.

Dilansir dari mayoclinic.org. Kondisi yang juga dikenal sebagai acne inversa ini biasanya mulai muncul setelah masa pubertas. Penyakit dapat berlangsung selama bertahun-tahun, kambuh, dan memburuk seiring waktu.

Benjolan akibat hidradenitis suppurativa dapat sembuh secara perlahan dan meninggalkan jaringan parut. Pada kondisi tertentu, benjolan juga dapat terhubung melalui terowongan yang terbentuk di bawah kulit. Gejala lainnya berupa munculnya komedo pada area kulit yang terdampak. Komedo tersebut dapat muncul dalam kelompok atau berpasangan.

Gejala juga dapat berupa benjolan seukuran kacang polong yang terasa nyeri. Benjolan biasanya bertahan selama beberapa minggu atau bulan dan dapat muncul kembali di area dengan banyak kelenjar keringat dan minyak.

Sebagian benjolan dapat membesar kemudian pecah dan mengeluarkan nanah yang disertai bau. Seiring perkembangan penyakit, terowongan dapat terbentuk di bawah kulit dan menghubungkan sejumlah benjolan. Luka akibat kondisi tersebut dapat sembuh secara perlahan atau tidak kunjung sembuh. Luka juga dapat mengeluarkan darah dan nanah.

Perjalanan hidradenitis suppurativa berbeda pada setiap orang, mulai dari gejala ringan hingga kondisi yang lebih berat. Kelebihan berat badan dan kebiasaan merokok dikaitkan dengan gejala yang lebih buruk, meskipun penyakit juga dapat terjadi pada orang yang kurus dan tidak merokok.

Diagnosis dini diperlukan untuk mendapatkan penanganan yang efektif. Pemeriksaan ke dokter kulit disarankan jika benjolan terasa sakit, mengganggu pergerakan, tidak membaik dalam beberapa minggu, muncul di beberapa bagian tubuh, atau sering kambuh.

Hidradenitis suppurativa bukan sekadar bisul dan dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan lainnya. Penanganannya dapat melibatkan dokter spesialis kulit serta tenaga medis lain sesuai kebutuhan, dengan kombinasi terapi medis dan bedah untuk membantu mengendalikan penyakit serta mencegah komplikasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....