UNICEF dan WHO Dorong Negara Perkuat Dukungan ASI

  • 10 Agt 2026 20:14 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – UNICEF dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendorong negara-negara memperkuat dukungan pemberian Air Susu Ibu (ASI) dan sistem kesehatan. Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan setiap anak awal kehidupan yang sehat. Dilansir dari who.int/news. Seruan itu disampaikan Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell dan Direktur Jenderal WHO Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus menjelang Pekan Menyusui Sedunia.

UNICEF dan WHO menyebut masih banyak ibu dan keluarga di dunia yang belum memiliki akses terhadap layanan yang mendukung pemberian ASI. Padahal, menyusui memberikan nutrisi penting, meningkatkan kekebalan tubuh, dan membantu melindungi bayi dari penyakit serius.

Menyusui juga memberikan manfaat kesehatan bagi ibu. Praktik tersebut membantu mengurangi risiko penyakit tidak menular, termasuk kanker payudara, kanker ovarium, dan diabetes tipe 2. Angka pemberian ASI secara global menunjukkan perkembangan positif dalam beberapa tahun terakhir. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama meningkat dari sekitar 37 persen pada 2012 menjadi lebih dari 47 persen saat ini.

Dalam lima tahun terakhir, pemberian ASI hingga usia dua tahun juga meningkat dari 38 persen menjadi 50 persen. Namun, UNICEF dan WHO menilai kemajuan tersebut belum merata karena masih banyak negara yang tertinggal dari target global.

Cakupan layanan pendukung pemberian ASI masih rendah dan penerapan kebijakan belum konsisten. Kondisi tersebut terutama terjadi di lingkungan berpenghasilan rendah, rentan, dan situasi kemanusiaan.

UNICEF dan WHO menyebut sejumlah intervensi yang dinilai efektif dan hemat biaya. Di antaranya dukungan menyusui oleh tenaga terampil dalam sistem kesehatan, konseling berbasis komunitas, perlindungan ibu, serta perlindungan dari pemasaran pengganti ASI yang eksploitatif.

Peningkatan praktik menyusui diperkirakan dapat mencegah hampir 400 ribu kematian anak dan sekitar 140 ribu kematian ibu setiap tahun. Setiap satu dolar Amerika Serikat yang diinvestasikan untuk promosi menyusui juga diperkirakan menghasilkan keuntungan ekonomi sebesar 59 dolar AS.

Pada Pekan Menyusui Sedunia bertema “Menyusui untuk Awal Kehidupan yang Berkelanjutan: Perkuat Apa yang Berhasil,” UNICEF dan WHO menyerukan penguatan sistem kesehatan. Negara juga didorong memperluas konseling berbasis komunitas, menerapkan Kode Pemasaran Internasional untuk Pengganti ASI, serta menyediakan cuti melahirkan berbayar dan kebijakan tempat kerja yang mendukung.

Kedua organisasi juga mendorong integrasi dukungan pemberian ASI dalam layanan antenatal, perinatal, dan postnatal. Dukungan tersebut perlu dipertahankan, termasuk dalam situasi kemanusiaan dan kondisi rentan, agar ibu dan anak memperoleh layanan yang dibutuhkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....