Kencur Bermanfaat Mengobati Masuk Angin Ringan
- 10 Agt 2026 12:44 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Kencur (Kaempferia galanga L.) secara turun-temurun dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan herbal untuk membantu mengatasi gejala masuk angin ringan, seperti perut kembung, mual, tenggorokan tidak nyaman, dan tubuh terasa kurang enak. Melansir https://kelmerjosari.malangkota.go.id/ Dalam pengobatan tradisional di sejumlah negara Asia, kencur juga digunakan untuk keluhan pilek, batuk kering, nyeri, serta gangguan pencernaan ringan.
Kencur memiliki aroma khas yang berasal dari minyak atsiri dan mengandung sejumlah senyawa bioaktif, termasuk ethyl p-methoxycinnamate, ethyl cinnamate, borneol, camphene, dan 1,8-cineole. Senyawa-senyawa tersebut sedang diteliti karena menunjukkan aktivitas antiinflamasi, antioksidan, antimikroba, dan analgesik dalam berbagai penelitian laboratorium maupun hewan.
Manfaat tersebut secara teori dapat membantu meredakan sebagian keluhan yang sering disebut masyarakat sebagai masuk angin, terutama rasa tidak nyaman pada tenggorokan, pegal ringan, dan perut kembung. Namun, istilah masuk angin bukan diagnosis medis khusus, sehingga kencur tidak dapat dianggap sebagai obat untuk semua penyebab demam, flu, infeksi, atau gangguan kesehatan lainnya.
Penelitian pada ekstrak daun kencur menunjukkan adanya aktivitas antinyeri dan antiinflamasi pada model hewan, termasuk pengurangan pembengkakan yang dipicu oleh karagenan. Hasil ini mendukung penggunaan tradisional kencur untuk beberapa keluhan ringan, tetapi belum cukup untuk membuktikan bahwa kencur dapat menyembuhkan masuk angin pada manusia.
Masyarakat biasanya mengonsumsi kencur dalam bentuk rimpang segar yang telah dibersihkan, seduhan, atau campuran minuman herbal hangat. Penggunaan sebaiknya dilakukan secara wajar dengan bahan yang higienis, dan tidak menggantikan istirahat, asupan cairan, serta makanan bergizi yang penting selama tubuh mengalami keluhan ringan.
Kencur tidak boleh dipandang otomatis aman hanya karena berasal dari tanaman, sebab produk herbal dapat memiliki efek farmakologis, berinteraksi dengan obat, atau mengalami kontaminasi. Pusat Nasional untuk Kesehatan Komplementer dan Integratif Amerika Serikat (NCCIH) mengingatkan bahwa suplemen herbal dapat menimbulkan interaksi obat dan toksisitas langsung, sehingga orang yang mengonsumsi obat rutin perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Ibu hamil dan menyusui, anak-anak, lansia, serta penderita penyakit kronis sebaiknya tidak mengonsumsi kencur sebagai terapi tanpa meminta saran dokter atau apoteker. Jika keluhan disertai demam tinggi, sesak napas, nyeri dada, muntah terus-menerus, dehidrasi, atau tidak membaik, pemeriksaan medis diperlukan karena gejalanya mungkin bukan sekadar masuk angin ringan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....