Penelitian Ungkap Potensi Nangka Cegah Berbagai Penyakit

  • 29 Jul 2026 09:13 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Buah nangka (Artocarpus heterophyllus) tidak hanya dikenal sebagai buah tropis yang kaya nutrisi, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung pencegahan berbagai penyakit. Hal tersebut terungkap dalam sebuah tinjauan ilmiah komprehensif yang mengulas kandungan senyawa bioaktif pada berbagai bagian tanaman nangka.

Dilansir dari pmc.ncbi. Penelitian tersebut menyebutkan, nangka telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional, terutama untuk membantu mengatasi peradangan, diare, dan diabetes melitus. Berbagai bagian tanaman, seperti buah, biji, daun, kulit kayu, dan batang, diketahui mengandung senyawa bioaktif, di antaranya flavonoid, stilbenoid, aril benzofuran, dan protein jakalin.

Para peneliti menjelaskan bahwa kandungan flavonoid dan senyawa fenolik pada nangka memiliki aktivitas antioksidan yang berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Selain itu, ekstrak daun nangka juga dilaporkan memiliki aktivitas hipoglikemik yang berpotensi membantu mengendalikan kadar gula darah.

Tinjauan tersebut juga menyoroti potensi nangka dalam penelitian kanker. Senyawa seperti artocarpesin, norartocarpetin, dan oxyresveratrol diketahui memiliki aktivitas antikanker melalui mekanisme penghambatan pertumbuhan sel serta pembentukan pembuluh darah baru (angiogenesis) yang mendukung perkembangan tumor. Penelitian lain menunjukkan ekstrak metabolit biji nangka mampu menghambat proses angiogenesis pada konsentrasi tertentu.

Selain itu, kandungan oksiresveratrol pada kayu teras nangka juga menunjukkan aktivitas antivirus terhadap virus Herpes Simpleks (HSV) tipe 1 dan tipe 2. Sejumlah senyawa bioaktif lainnya dilaporkan memiliki kemampuan menghambat replikasi virus dalam penelitian laboratorium.

Tidak hanya itu, penelitian juga menemukan adanya senyawa yang berpotensi menghambat agregasi trombosit, sehingga dinilai menjanjikan untuk dikembangkan sebagai agen antitrombotik dalam pencegahan penyakit kardiovaskular. Beberapa senyawa dalam nangka juga diketahui mampu menghambat aktivitas enzim 5-alfa reduktase yang berperan dalam pembentukan dihidrotestosteron (DHT), sehingga berpotensi dimanfaatkan dalam penanganan kondisi yang dipengaruhi hormon androgen, seperti kebotakan pola pria dan jerawat.

Meski demikian, para peneliti menegaskan bahwa sebagian besar temuan tersebut masih berasal dari penelitian laboratorium dan praklinis. Oleh karena itu, diperlukan uji klinis lebih lanjut untuk memastikan efektivitas dan keamanan pemanfaatan senyawa bioaktif nangka sebagai terapi pada manusia.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa pengembangan buah nangka melalui pendekatan yang menggabungkan pengetahuan tradisional dan teknologi modern berpotensi menghasilkan senyawa terapeutik baru untuk mendukung pencegahan dan pengendalian berbagai penyakit di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....