Kecepatan Blender Pengaruhi Aktivitas Enzim Buah dan Sayuran
- 22 Jul 2026 20:02 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Kecepatan blender dapat memengaruhi aktivitas enzim pada buah dan sayuran, terutama akibat panas yang dihasilkan dari gesekan serta meningkatnya paparan oksigen selama proses penghalusan. Meski demikian, proses blending tidak serta-merta menghilangkan seluruh kandungan gizi pada bahan pangan. Dilansir dari Nutrition to Fit, dampaknya lebih banyak berupa penurunan aktivitas enzim dibandingkan kerusakan total nutrisi.
Enzim merupakan protein yang berperan sebagai katalis alami dalam buah dan sayuran. Enzim membantu mengatur perubahan warna, aroma, tekstur, hingga proses pematangan. Ketika buah atau sayuran diblender, dinding sel akan pecah sehingga enzim lebih mudah bereaksi dengan oksigen dan mempercepat proses oksidasi.
Blender dengan kecepatan tinggi umumnya menghasilkan panas lebih besar dan menghaluskan bahan menjadi partikel yang lebih kecil. Kondisi tersebut memperluas permukaan yang terpapar udara sehingga dapat mempercepat oksidasi dan menurunkan aktivitas sejumlah enzim. Dampaknya dapat terlihat pada perubahan warna yang lebih cepat, misalnya pada apel atau pisang.
Sebaliknya, penggunaan kecepatan rendah atau sedang cenderung menghasilkan panas yang lebih sedikit sehingga lebih baik dalam menjaga kesegaran bahan. Namun, jika proses blending berlangsung terlalu lama, oksidasi tetap dapat terjadi karena bahan tetap terpapar udara.
Meski aktivitas enzim berkurang, sebagian besar vitamin, mineral, dan serat tetap terkandung dalam buah atau sayuran yang telah diblender. Karena itu, perubahan yang paling nyata biasanya terjadi pada warna, aroma, dan tingkat kesegaran, bukan hilangnya seluruh nilai gizi.
Untuk menjaga kualitas minuman, buah dan sayuran sebaiknya dipotong kecil sebelum diblender, dihaluskan secukupnya, lalu segera dikonsumsi atau disimpan dalam wadah tertutup rapat jika tidak langsung diminum. Langkah tersebut membantu mengurangi oksidasi sekaligus menjaga cita rasa dan kesegaran lebih lama.
Secara umum, semakin tinggi kecepatan blender dan semakin lama proses penghalusan dilakukan, semakin besar peluang terjadinya penurunan aktivitas enzim serta oksidasi pada buah dan sayuran. Namun, durasi blending, suhu, dan lamanya penyimpanan setelah dihaluskan juga menjadi faktor penting yang memengaruhi kualitas hasil akhir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....