Cara Menjaga Nutrisi agar Tidak Hilang saat Membuat Jus

  • 22 Jul 2026 12:21 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Membuat jus sering dianggap cara praktis untuk mendapatkan asupan buah dan sayur, tetapi prosesnya bisa memengaruhi kualitas nutrisi jika tidak dilakukan dengan benar. Melansir fimela.com/health/read/ Nutrisi seperti vitamin, antioksidan, dan sebagian enzim dapat menurun ketika bahan terlalu lama terpapar udara, panas, atau proses pengolahan yang kasar. Karena itu, cara mengolah jus perlu diperhatikan sejak pemilihan bahan sampai waktu penyajian agar manfaat kesehatannya tetap optimal.

Langkah pertama yang penting adalah memilih bahan yang segar dan matang secukupnya, karena buah atau sayur yang sudah layu cenderung memiliki kandungan gizi yang lebih rendah. Bahan juga sebaiknya dicuci bersih untuk mengurangi kotoran dan residu yang menempel, tetapi tidak perlu direndam terlalu lama karena dapat memengaruhi kualitas tekstur dan sebagian zat larut air. Dengan bahan yang baik sejak awal, jus yang dihasilkan akan lebih baik dari segi rasa maupun kandungan gizinya.

Selain pemilihan bahan, alat yang digunakan juga berpengaruh terhadap nutrisi. Proses yang menimbulkan panas berlebih dapat mempercepat kerusakan beberapa vitamin dan antioksidan, sehingga penggunaan blender atau juicer yang tidak terlalu panas lebih disarankan dibandingkan pengolahan yang memicu pemanasan tinggi. Beberapa sumber juga menjelaskan bahwa metode seperti cold pressed atau teknologi non-termal dapat membantu mempertahankan kualitas nutrisi lebih baik dibanding proses yang banyak menghasilkan panas.

Cara memproses bahan pun perlu diatur agar tidak terlalu lama terkena udara. Paparan oksigen dapat mempercepat oksidasi, yang pada akhirnya menurunkan mutu gizi dan kesegaran jus. Karena itu, bahan sebaiknya dipotong seperlunya, segera diblender, lalu langsung disajikan setelah jadi. Prinsipnya sederhana: semakin singkat proses dari bahan menjadi jus, semakin kecil peluang nutrisi penting berkurang.

Hal lain yang sering diabaikan adalah penggunaan gula atau pemanis tambahan. Menambahkan gula memang bisa membuat rasa lebih manis, tetapi dapat menurunkan kualitas minuman sehat karena meningkatkan asupan kalori tanpa menambah manfaat gizi yang berarti. Jus yang lebih baik adalah jus yang mempertahankan rasa alami buah dan sayur, sehingga tubuh tetap mendapatkan vitamin, mineral, dan fitonutrien tanpa beban gula berlebih.

Jika jus tidak langsung diminum, penyimpanan juga harus diperhatikan. Jus sebaiknya disimpan dalam wadah tertutup rapat, lebih baik berbahan kaca, lalu dimasukkan ke lemari pendingin dan dikonsumsi pada hari yang sama. Penyimpanan yang terlalu lama akan membuat aktivitas enzim dan antioksidan terus menurun, sehingga manfaatnya tidak seoptimal saat baru dibuat. Karena itu, jus segar lebih dianjurkan dibanding jus yang dibiarkan terlalu lama di suhu ruang.

Selain itu, jangan lupa bahwa jus bukan pengganti sempurna buah dan sayur utuh. Saat dibuat jus, sebagian serat dapat berkurang, terutama jika ampasnya dibuang, padahal serat penting untuk kesehatan pencernaan dan rasa kenyang. Cara yang lebih baik adalah menjaga sebagian serat tetap masuk ke minuman, misalnya dengan menggunakan blender dan tidak menyaringnya terlalu halus, sehingga manfaat gizinya lebih seimbang.

Dengan memperhatikan kesegaran bahan, alat yang digunakan, durasi proses, tanpa gula tambahan, serta penyajian yang cepat, nutrisi dalam jus dapat lebih terjaga. Kebiasaan sederhana ini membuat jus bukan hanya enak diminum, tetapi juga lebih bermanfaat untuk kesehatan harian. Jadi, kunci utama menjaga nutrisi jus adalah memperlakukan buah dan sayur dengan cara yang minim panas, minim oksidasi, dan sesingkat mungkin dari proses ke gelas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....