Pencegahan Hipertensi di Usia Muda Kunci Menjaga Kesehatan Sejak Dini

  • 28 Jun 2026 06:48 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar – Hipertensi atau tekanan darah tinggi tidak lagi identik dengan kelompok lanjut usia. Perubahan gaya hidup membuat penyakit ini kini semakin banyak ditemukan pada usia muda. Kondisi tersebut menjadi pembahasan dalam Program Siaran Pengabdian Masyarakat hasil kerja sama RRI Makassar dan Fakultas Kedokteran UMI Makassar yang disiarkan di Pro 1 RRI Makassar, Sabtu, 27 Juni 2026.

Program tersebut menghadirkan narasumber Reyhan Amalia Khusnul Khatima (MPPD IKM-IKK-IKP FK UMI). Reyhan menjelaskan bahwa hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah berada di atas batas normal dan sering kali tidak menimbulkan gejala sehingga dikenal sebagai silent killer.

Menurutnya, banyak anak muda merasa tubuhnya masih sehat sehingga tidak pernah memeriksa tekanan darah. Padahal, hipertensi yang tidak terdeteksi dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, gagal ginjal, hingga gangguan pembuluh darah di kemudian hari.

Reyhan mengatakan, terdapat sejumlah faktor yang dapat memicu hipertensi pada usia muda. Di antaranya adalah pola makan tinggi garam dan lemak, kurang aktivitas fisik, obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, stres berkepanjangan, kurang tidur, hingga faktor keturunan. "Jika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan hipertensi, maka risikonya juga akan lebih tinggi. Namun faktor tersebut tetap bisa dikendalikan dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak dini," ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa langkah penanganan hipertensi bergantung pada kondisi setiap individu. Pada tahap awal, perubahan gaya hidup menjadi upaya utama, seperti mengurangi konsumsi garam, memperbanyak buah dan sayur, rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, berhenti merokok, serta mengelola stres dengan baik. Apabila tekanan darah tetap tinggi atau sudah memasuki kategori hipertensi, penderita dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan agar memperoleh penanganan dan pengobatan yang sesuai.

Selain itu, Reyhan mengingatkan pentingnya melakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala, meskipun tidak merasakan keluhan. Menurutnya, deteksi dini menjadi kunci untuk mencegah komplikasi yang lebih berat. "Jangan menunggu muncul gejala seperti sakit kepala atau pusing. Banyak penderita hipertensi tidak merasakan gejala apa pun. Dengan rutin memeriksa tekanan darah, kita dapat mengetahui kondisi kesehatan lebih awal dan segera melakukan tindakan yang diperlukan," jelasnya.

Dalam siaran tersebut, Reyhan juga mengajak generasi muda untuk mulai membangun kebiasaan hidup sehat sebagai investasi kesehatan jangka panjang. Ia menilai perubahan sederhana yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak besar dalam mencegah penyakit tidak menular. "Menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab saat sudah sakit, tetapi dimulai ketika tubuh masih sehat. Semakin dini kita menerapkan pola hidup sehat, semakin besar peluang kita terhindar dari hipertensi dan berbagai komplikasinya," katanya.

Di akhir dialog, Reyhan berpesan kepada masyarakat agar tidak menyepelekan hipertensi meskipun masih berusia muda. Ia mengimbau masyarakat untuk membatasi konsumsi makanan tinggi garam, memperbanyak aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari, mencukupi waktu istirahat, mengelola stres, menghindari rokok dan minuman beralkohol, serta rutin memeriksa tekanan darah di fasilitas kesehatan. "Hipertensi dapat dicegah jika kita mau memulai gaya hidup sehat dari sekarang. Jangan menunggu sakit untuk peduli pada kesehatan. Sayangi diri sendiri dengan menjaga pola hidup yang baik dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin agar kualitas hidup tetap terjaga hingga masa depan," tutupnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....