Reni Ardianti: Cantik Tidak Harus Putih, Kulit Sehat Lebih Utama
- 14 Jun 2026 09:50 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Kecantikan sejati bukan diukur dari warna kulit yang putih, melainkan dari kondisi kulit yang sehat, khususnya kaum perempuan, agar tidak mudah tergiur dengan produk pemutih instan yang mengandung merkuri. Hal tersebut di sampaikan oleh Reni Ardianti Putri - Founder PT Kasyara Sula Maju Industri Kosmetik Golongan A, dalam Obrolan UMKM Pro4 RRI Makassar pada hari Jumat, 12 Juni 2026.
“Cantik itu tidak harus putih, tetapi harus sehat. Kulit yang sehat mencerminkan tubuh dan jiwa yang sehat. Jangan tergiur dengan hasil instan dan harga murah karena dampaknya bisa sangat fatal, kesadaran untuk merawat kulit secara aman dan bertahap jauh lebih penting dibandingkan mengejar hasil cepat yang berisiko merusak kesehatan kulit”, ujarnya.
Reni mengungkapkan bahwa penggunaan kosmetik berbahan merkuri dapat menimbulkan berbagai masalah kulit, mulai dari kulit sensitif, mudah alergi, gatal, kemerahan, hingga kerusakan lapisan pelindung kulit (skin barrier). Dalam kasus yang lebih parah, pengguna dapat mengalami flek hitam yang sulit dihilangkan serta ochronosis, yaitu perubahan warna kulit menjadi gelap akibat paparan bahan kimia berbahaya dalam jangka panjang.
Ia mengaku pernah mengalami sendiri dampak penggunaan kosmetik bermerkuri. Proses pemulihan yang dijalaninya bahkan memakan waktu hingga satu tahun dengan biaya pengobatan yang tidak sedikit. Selama masa perawatan tersebut, ia harus menjalani berbagai tindakan medis untuk memperbaiki kondisi kulit yang rusak akibat paparan merkuri.
“Banyak orang ingin putih dengan cepat, tetapi ketika dampaknya muncul, fokus mereka bukan lagi untuk merawat kulit, melainkan bagaimana cara menyembuhkannya, Ia menegaskan bahwa penggunaan produk pemutih instan yang mengandung bahan berbahaya, seperti merkuri, dapat menimbulkan kerusakan kulit yang sulit dipulihkan dan membutuhkan waktu serta biaya yang tidak sedikit untuk penanganannya”, katanya.
Menurut Reni, bahaya merkuri tidak hanya berdampak pada kulit. Paparan logam berat tersebut juga dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Ia menilai masih banyak orang yang sebenarnya telah terdampak merkuri, tetapi tidak menyadari gejala yang muncul berasal dari paparan zat berbahaya tersebut.
Di tengah maraknya produk kosmetik ilegal yang beredar di pasaran, Reni memilih tetap berkomitmen memproduksi kosmetik yang aman dan sesuai regulasi. Ia menjelaskan bahwa seluruh produk yang diproduksi perusahaannya telah melalui berbagai tahapan pengujian, memiliki sertifikat halal, serta diawasi oleh apoteker penanggung jawab.
“Kosmetik yang aman harus sesuai dengan regulasi dan menggunakan bahan baku yang memenuhi standar. Produk kami juga melalui beberapa tahap pengujian, termasuk uji stabilitas dan uji kandungan logam berat untuk memastikan tidak ada cemaran yang berbahaya bagi konsumen,” jelasnya.
Reni menegaskan bahwa merkuri dilarang keras dalam industri kosmetik karena merupakan logam berat yang berbahaya bagi kesehatan. Bahkan, menurutnya, cemaran merkuri dalam jumlah sangat kecil sekalipun tidak diperbolehkan dalam produk kosmetik.
Sebagai penutup, Reni mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih produk kecantikan dan tidak mudah tergiur oleh janji hasil instan. Ia menekankan pentingnya memastikan produk yang digunakan telah memiliki izin edar resmi serta terdaftar di badan pengawas yang berwenang. Menurutnya, kesehatan kulit harus menjadi prioritas utama karena dampak penggunaan kosmetik yang mengandung merkuri dapat berlangsung dalam jangka panjang dan sulit dipulihkan, pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....