Usia Tumbuh Kembang Jadi Waktu Penting Perawatan Gigi

  • 16 Mei 2026 16:33 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Penggunaan behel atau kawat gigi pada anak perlu disesuaikan dengan usia pertumbuhan serta kondisi tulang dan gigi. Dokter gigi spesialis ortodonti Ardiansyah S Pawinru menjelaskan bahwa perawatan ortodonti sebenarnya dapat dimulai sejak usia dini, namun tidak langsung menggunakan behel permanen.

Menurutnya, anak usia lima hingga enam tahun sudah dapat menjalani perawatan ortodonti menggunakan alat biofungsional lepasan seperti Myobrace maupun Trainer. “Sebenarnya perawatan ortho itu dimulai dari usia dini, usia tumbuh kembang. Jadi usia lima sampai enam tahun itu sudah bisa kita gunakan, tapi bukan behel namanya, melainkan alat biofungsional yang lepasan,” ujar drg Ardiansyah.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan alat lepasan tersebut biasanya dilakukan untuk menangani kondisi gigi berjejal atau crowding sejak dini melalui metode interceptive orthodontic. Selain itu, alat tersebut juga digunakan untuk mengontrol pertumbuhan rahang apabila ditemukan kebiasaan buruk pada anak yang dapat memengaruhi posisi gigi.

Dokter Gigi Ardiansyah menambahkan, pemasangan behel permanen atau bracket umumnya baru dilakukan setelah seseorang melewati masa puncak pertumbuhan. Menurutnya, pada perempuan biasanya setelah memasuki masa pubertas, sementara pada laki-laki setelah perubahan suara atau masa balik suara selesai.

“Kalau behel itu memang harus diperhatikan apakah tulangnya sudah matang atau belum. Karena kalau belum matang, giginya bisa goyang akibat tekanan dari behel yang sifatnya terus-menerus,” kata drg Ardiansyah saat berbincang Zona Komunitas bertopik World Orthodontic Health Day 2026: Trend Behel, Fungsi dan Bahayanya yang disiarkan Pro 2 RRI Makassar pada Jumat, 15 Mei 2026.

Ia juga mengingatkan bahwa pemasangan behel terlalu dini dapat berisiko terhadap jaringan pendukung gigi maupun pertumbuhan akar gigi anak. Selain itu, anak-anak yang masih aktif dinilai lebih rentan mengalami cedera apabila menggunakan behel permanen terlalu cepat.

Dalam kesempatan tersebut, dokter Ardiansyah turut menjelaskan bahwa perawatan behel membutuhkan kontrol rutin dengan jeda waktu tertentu agar tulang memiliki waktu untuk beradaptasi terhadap tekanan. “Kontrol behel itu paling cepat tiga minggu sekali, karena ada fase pertumbuhan tulang yang harus diperhatikan,” jelasnya.

Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami bahwa penggunaan behel bukan sekadar mengikuti tren estetika, tetapi merupakan tindakan medis yang harus dilakukan sesuai usia, kondisi pertumbuhan, dan pengawasan dokter gigi spesialis ortodonti.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....