Perlunya Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Hantavirus di tengah Masyarakat
- 14 Mei 2026 11:21 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassa - Kesadaran masyarakat terhadap bahaya hantavirus dinilai masih perlu diperkuat, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengenali gejala awal penyakit. Hal tersebut disampaikan oleh dr. Gaffar T Karim yang menekankan bahwa edukasi menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus.
Menurut dr. Gaffar, hantavirus dapat menular melalui paparan urin, air liur, maupun kotoran tikus yang telah terkontaminasi virus. Partikel tersebut dapat bercampur dengan udara dan terhirup manusia, khususnya di lingkungan yang lembap, kotor, dan jarang dibersihkan. Karena itu, masyarakat diminta lebih peduli terhadap kondisi sanitasi rumah dan lingkungan sekitar.
“Pencegahan hantavirus sebenarnya dimulai dari kebiasaan sederhana, yaitu menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi keberadaan tikus di sekitar rumah. Edukasi kepada masyarakat sangat penting agar risiko penularan bisa ditekan,” ujar dr. Gaffar.
Ia menjelaskan bahwa gejala awal Hantavirus umumnya menyerupai flu biasa seperti demam, nyeri otot, sakit kepala, hingga tubuh terasa lemah. Namun dalam beberapa kasus, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan serius yang membutuhkan penanganan medis segera. Oleh sebab itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala yang muncul setelah kontak dengan lingkungan yang berpotensi tercemar.
Selain langkah pencegahan mandiri, dr. Gaffar memastikan fasilitas kesehatan telah siap memberikan pelayanan bagi masyarakat yang ingin memeriksakan diri. Menurutnya, puskesmas maupun rumah sakit akan melakukan pemeriksaan awal terhadap gejala pasien serta memberikan penanganan sesuai kondisi medis yang ditemukan.
“Kalau masyarakat mengalami gejala yang mengarah pada infeksi dan memiliki riwayat kontak dengan lingkungan yang banyak tikusnya, bisa segera datang ke fasilitas kesehatan agar bisa diperiksa lebih dini. Penanganan cepat sangat membantu mencegah kondisi yang lebih berat,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit menular berbasis lingkungan. Melalui peningkatan pemahaman masyarakat, kebersihan lingkungan, serta akses pelayanan medis yang cepat dan tepat, diharapkan potensi penyebaran hantavirus dapat diminimalkan sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....