Mengenal Anemia dan Pencegahannya sejak Dini
- 10 Mei 2026 16:14 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID,Makassar - Anemia masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak dialami masyarakat Indonesia, mulai dari remaja hingga orang dewasa. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin sehingga distribusi oksigen ke seluruh tubuh menjadi terganggu.
Hal tersebut dibahas dalam program Dialog Kesehatan di PRO 1 RRI Makassar edisi Minggu, 10 Mei 2026 yang menghadirkan narasumber Dr. dr. Sri Julyani, M.Kes, SpPK mewakili Fakultas Kedokteran UMI Makassar dan dipandu oleh Risna Supratio. Dalam dialog tersebut, Dr. Sri Julyani menjelaskan bahwa anemia sering dianggap sepele karena gejalanya muncul secara perlahan.
“Banyak orang hanya merasa cepat lelah, pusing, atau kurang fokus lalu menganggap itu hal biasa. Padahal bisa jadi tubuh sedang mengalami anemia,” ujarnya.
Menurutnya, penyebab anemia paling umum adalah kekurangan zat besi akibat pola makan yang kurang seimbang. Namun anemia juga bisa dipicu oleh perdarahan, penyakit kronis, hingga gangguan penyerapan nutrisi. “Remaja putri dan ibu hamil menjadi kelompok yang paling rentan karena kebutuhan zat besinya lebih tinggi dibandingkan kelompok lainnya, kondisi ini dapat menurunkan produktivitas dan memengaruhi kualitas hidup jika tidak ditangani dengan baik,” jelas Dr. Sri Julyani.
Selain rasa lelah berkepanjangan, anemia juga memiliki beberapa tanda lain yang perlu diwaspadai seperti wajah pucat, jantung berdebar, sesak saat beraktivitas, hingga tangan dan kaki terasa dingin. “Pemeriksaan darah sederhana dapat membantu mendeteksi anemia lebih dini. Jangan menunggu gejala berat baru memeriksakan diri. Deteksi dini sangat penting agar penanganannya lebih cepat,” katanya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menekankan pentingnya menjaga pola makan sehat sebagai langkah utama pencegahan anemia. Konsumsi makanan kaya zat besi seperti hati, daging merah, ikan, telur, serta sayuran hijau sangat dianjurkan. “Zat besi dari makanan harus dibantu dengan vitamin C agar penyerapannya lebih maksimal di dalam tubuh,” tutur Dr.Sri Julyani.
Masyarakat juga diingatkan untuk mengurangi kebiasaan yang dapat menghambat penyerapan zat besi seperti terlalu sering mengonsumsi teh atau kopi setelah makan. Menurut Dr. Sri Julyani, edukasi mengenai anemia perlu terus dilakukan terutama kepada remaja agar mereka lebih sadar pentingnya menjaga kesehatan sejak dini. “Anemia bukan sekadar kurang darah, tetapi kondisi yang dapat memengaruhi masa depan generasi muda jika diabaikan,” ungkapnya.
Di akhir dialog, Dr. Sri Julyani berpesan agar masyarakat lebih peduli terhadap kondisi tubuh dan tidak menganggap kelelahan sebagai hal biasa. Ia mengajak masyarakat untuk rutin memeriksakan kesehatan, menjaga pola makan bergizi seimbang, serta menerapkan gaya hidup sehat demi mencegah anemia sejak dini. “Jaga kesehatan tubuh anda mulai dari sekarang, karena tubuh yang sehat akan membantu kita menjalani aktivitas dengan lebih baik dan produktif dimasa depan,” tutupnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....